Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menristek Sebut Separuh Vaksin Covid-19 Harus Diproduksi Lokal!

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa prinsip tim pengembangan vaksin Indonesia adalah cepat, efektif, dan mandiri.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  23:59 WIB
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pelajaran sains menjadi momok bagi pelajar Indonesia lantaran cara penyampaiannya yang kurang tepat. - Istimewa
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pelajaran sains menjadi momok bagi pelajar Indonesia lantaran cara penyampaiannya yang kurang tepat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Setengah dari kebutuhan vaksin Covid-19 Indonesia harus dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa prinsip tim pengembangan vaksin Indonesia adalah cepat, efektif, dan mandiri.

Menurutnya, mandiri merupakan prinsip yang paling penting. Pasalnya, Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk mencapai 260 juta orang.

"Tidak bisa menggantungkan vaksinnya hanya dengan membeli vaksin dari luar. Jadi paling tidak separih dari kemampuan produksi nantinya harus berasal dari vaksin yang dikembangkan oleh Indonesia sendiri," paparnya kepada KompasTV yang disiarkan langsung pada Senin (20/7/2020).

Lebih lanjut, prinsip cepat juga diperlukan karena saat ini semua negara berlomba untuk mengembangkan vaksin.

Kemudian, sambung Bambang Brodjonegoro prinsip efektif juga penting karena vaksin yang dibuat harus cocok untuk virus yang bertransmisi di Indonesia.

Terkait keselamatan vaksin, Menristek memastikan bahwa tahapan panjang dalam pembuatan vaksin secara menunjukkan bahwa keselamatan para pengguna vaksin menjadi paling utama.

"Makanya dilakukan uji yang bertingkat-tingkat dari uji di animal [hewan] kemudian masuk praklinis dan uji klinis," katanya.

Selain itu, Menristek memastikan bahwa vaksin yang dikembangkan di Indonesia menggunakan virus yang memang bertransmisi di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin kemenristek Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top