Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia Pede Akan Jadi Negara Pertama yang Temukan Vaksin Covid-19

Seorang pejabat terkemuka Rusia mengatakan penemuan dan produksi itu kemungkinan akan terealisasi pada September 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  19:46 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia mengklaim akan menjadi negara pertama yang akan memiliki dan memproduksi vaksin virus corona atau Covid-19. Seorang pejabat terkemuka Rusia mengatakan hal itu akan terealisasi pada September 2020.

"Rusia boleh jadi yang pertama memproduksi vaksin. Ini sedikit kisah yang mengejutkan," kata Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia.

Dana Investasi Langsung Rusia merupakan lembaga yang didukung pemerintah Rusia. Lembaga ini membiayai upaya Rusia untuk memiliki dan memproduksi vaksin virus corona.

Dmitriev menepis tudingan negara-negara Barat itu. Menurutnya, Rusia tidak perlu mencuri informasi dari para pengembang vaksin pesaing.

Dia beralasan Rusia telah menandatangani kesepakatan dengan AstraZeneca untuk memproduksi vaksin Covid-19 Universitas Oxford di R-Pharm, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Rusia.

AstraZeneca, ujarnya, mentransfer seluruh proses teknologi dan semua bahan untuk reproduksi vaksin di Rusia.

"Semua yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin Inggris telah dipindahkan ke R-Pharm. AstraZeneca telah menandatangani komitmen untuk memindahkan semua produksi vaksin Inggris ke R-Pharm," ujar Dmitriev.

Menurut Dmitriev, dia dan seluruh keluarganya telah divaksin, termasuk orang tuanya yang berusia 70 tahun. Vaksin telah merampungkan fase tahap pertama dengan mengujinya ke 50 orang yang keseluruhannya personil militer Rusia. Hasilnya tidak dipublikasikan.

AstraZeneca belum memberikan tanggapan atas pernyataan pejabat Rusia itu.

Sejumlah ilmuwan Barat tetap skeptis bahwa Rusia memiliki keahlian untuk memproduksi sendiri vaksin virus corona September ini.

"Kami tidak berpikir bahwa itu realistis," kata Peter Shapiro, analis farmasi di perusahaan riset GlobalData.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top