Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Hari Kelabu, Lampu Merah Kasus Virus Corona di Indonesia

Dalam dua hari kasus baru Virus Corona bertambah 1.863 orang dan 2.657 orang. Dengan demikian, total secara kumulatif kasus Corona di Indonesia 70.736 orang.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  07:59 WIB
 Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) atau Secapa AD yang berlokasi di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. - Istimewa
Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) atau Secapa AD yang berlokasi di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam dua hari terakhir, Rabu (8/7/2020), dan Kamis (9/7/2020), merupakan hari kelabu, karena penambahan kasus Virus Corona penyebab Covid-19 melonjak.

Berdasarkan update harian Covid-19 tingkat nasional oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, secara berturut-turut dalam dua hari itu kasus baru Covid-19 bertambah 1.863 orang dan 2.657 orang.

Dengan demikian, total secara kumulatif kasus Corona di Indonesia 70.736 orang. Adapun pasien sembuh 32.651 orang, dan pasien meninggal 3.417 orang.

Pada Kamis (9/7/2020), kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 2.657 orang.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 1.066 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 58 orang.

Tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 2.657 orang itu didominasi dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang mencatatkan 1.262 orang.

Penambahan kasus itu diidentifikasi berasal dari klaster pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) atau Secapa AD yang berlokasi di Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan penambahan kasus signifikan dari klaster Secapa AD merupakan hasil penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni lalu.

“Yang kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang. Ini terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di sana,” kata Yuri saat memberi keterangan pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Kamis (9/7/2020).

Dari keseluruhan kasus yang berhasil dihimpun hanya terdapat 17 orang yang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi.

“Karena ada keluhan meski dalam derajat keluhan ringan, di antaranya dari 17 orang ini ada yang demam, batuk dan agak sesak,” tuturnya.

1.245 Orang Tanpa Gejala

Sementara itu, 1.245 orang lainnya tidak memiliki keluhan apa pun  (orang tanpa gejala/OTG), dan saat ini tengah dikarantina di wilayah Secapa AD.

 “Kita lakukan isolasi karantina dan kemudian kita lrang untuk adanya pergerakan orang, baik masuk ataupun keluar kompleks,” kata dia.

Kemudian, Rabu (8/7/2020), kasus baru positif Covid-19 bertambah 1.863 orang, pasien sembuh bertambah  800 orang, dan pasien meninggal bertambah 50 orang.

Kenaikan 1.853 itu tidak membuat jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami kenaikan.

 "Pasien menunjukkan gejala minimal, sangat sedikit, tidak ada indikasi untuk isolasi di rumah sakit, tapi isolasi  mandiri dengan mematuhi protokol isolasi mandiri di rumah agar tidak menjadi sumber penularan baru," kata Yuri, Rabu (8/7/2020).

Menurut Yuri hal itu menandakan bahwa sebagian masyarakat yang rentan tertular belum disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Ini jadi hal yang penting karena persyaratan untuk aman dan disiplin pada protokol jadi mutlak untuk kesehatan," tegas Yuri.

Rekor Baru di Jakarta

Pada Rabu (8/7/2020), kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta mencatat rekor baru, sebanyak 357 orang.

Padahal, rata-rata penambahan kasus baru Covid-19 di DKI berkisar 100 orang hingga 200 orang sehari pada masa PSBB transisi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, ada 3 penyebab kasus Corona tersebut cukup tinggi, yakni  51 orang WNI baru pulang dari luar negeri dan beralamat di luar Jakarta, namun transit dan menjalani isolasi di Jakarta, karena positif Covid-19.

Selain itu, ada laboratorium di DKI Jakarta yang baru melaporkan kasus Virus Corona hari ini sebanyak 36 orang, padahal kasus tersebut merupakan kasus kumulatif.

Hal lain yang membuat kasus baru Virus Corona tinggi hari ini adalah temuan kasus baru lewat active case finding.

Secara nasional, pemeriksaan spesimen hingga Kamis (9/7/2020), mencapai angka 23.832. Capaian itu berada di atas target pemeriksaan spesimen harian sebanyak 20.000.

Dengan demikian, total akumulasi spesimen terperiksa hingga Kamis menjadi 99.269 spesimen. Dari hasil pemeriksaan spesimen, diketahui kasus konfirmasi positif mencapai 2.657, sehingga total menjadi 70.736 orang.

Penambahan kasus baru Covid-19 itu menuai komentar Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Presiden menyebut jumlah penambahan kasus positif Covid-19 pada Kamis  (9/7/2020), 2.657 orang, sangat tinggi, dan itu menunjukkan pertanda "lampu merah".

"Perlu saya ingatkan, saya kira ini sudah lampu merah lagi. Secara nasional kasus positif ini tinggi sekali, 2.657," kata Presiden saat memberikan arahannya di Posko Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi menyampaikan persebaran Virus Corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19, di Indonesia sangat tergantung dengan kebijakan yang diambil masing-masing daerah dalam mengendalikan virus ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top