Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi PTDI: KPK Pelototi Transfer Fee dan Penetapan Besarannya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami transfer fee terhadap pihak-pihak tertentu dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT. Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  19:30 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami transfer fee terhadap pihak-pihak tertentu dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT. Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017.

Hal itu didalami penyidik dari keterangan saksi mantan Manager Wilayah Pemasaran dan Penjualan Aircraft Service PT DI Sumarno. Adapun Sumarno diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Dirgantara Budi Santoso.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK juga mendalami proses penetapan besaran fee ke customer atas arahan dari pihak-pihak terentu dalam kasus ini.

"Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai peran dalam kemitraan dengan user maupun mitra di Aircraft Service PT Dirgantara Indonesia, proses penetapan besaran fee ke customer atas arahan pihak-pihak tertentu dan adanya proses pentransferan fee mitra dari dan untuk pihak-pihak tertentu," kata Ali, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, KPK tengah mendalami aliran dana ke sejumlah pihak dalam kasus korupsi terkait penjualan dan pemasaran pesawat PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

KPK sempat menyebut bahwa Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh diduga turut bersama-sama sejumlah mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran uang senilai Rp96 miliar. Uang tersebut diterima dari 6 perusahaan yang menjadi agen penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia.

Diketahui, Budiman Saleh sempat menjabat sebagai Direktur Niaga dan Restrukturisasi di PT Dirgantara Indonesia sebelum akhirnya menjabat sebagai Dirut PT PAL Indonesia.

"Terkait aliran uang sejauh ini penyidik masih terus memeriksa saksi-saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

KPK menyatakan bahwa setelah keenam perusahaan mitra/agen penjualan dan pemasaran menerima pembayaran dari PT Dirgantara Indonesia (Persero), terdapat permintaan sejumlah uang baik melalui transfer maupun tunai sekitar Rp96 miliar.

Uang itu kemudian diterima oleh pejabat di PT Dirgantara Indonesia (persero) di antaranya tersangka Budi Santoso, Irzal Rinaldi Zailani, Arie Wibowo, dan Budiman Saleh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK dirgantara indonesia OTT KPK
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top