Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

John Kei Minta Perlindungan Hukum ke Presiden Jokowi Siang Ini

Penasihat Hukum John Kei, Anton Sudanto menilai bahwa kliennya tidak terlibat dalam perkara tindak pidana penganiayaan dan pembunuhan berencana.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  12:55 WIB
John Kei dikawal oleh petugas Polda Metro Jaya setelah dihadirkan dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya pada Senin (22/6/2020)./Antara - Fianda Rassat
John Kei dikawal oleh petugas Polda Metro Jaya setelah dihadirkan dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya pada Senin (22/6/2020)./Antara - Fianda Rassat

Bisnis.com, JAKARTA - Tersangka John Refra Kei alias John Kei melalui penasihat hukumnya berencana meminta perlindungan ke Presiden Jokowi terkait insiden penganiayaan dan pembunuhan berencana di dua lokasi berbeda pada Minggu, 21 Juni 2020.

Penasihat Hukum John Kei, Anton Sudanto menilai bahwa kliennya tidak terlibat dalam perkara tindak pidana penganiayaan dan pembunuhan berencana tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kliennya tidak akan menghadiri rekonstruksi yang dilakukan tim penyidik Polda Metro Jaya.

"Klien kami tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi dan sampai saat ini, klien kami tetap tidak terlibat dengan apa yang terjadi. Justru John Kei tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa ini, dan rekontruksi kali ini juga tidak akan dihadiri oleh klien saya,” tuturnya, Senin (6/7/2020).

Dia menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan surat untuk meminta perlindungan hukum ke Presiden Jokowi. Rencananya, kata Anton, surat tersebut akan dikirimkan siang ini ke kantor kepresidenan untuk meminta perlindungan hukum.

"Kami akan meminta perlindungan hukum kepada Presiden," katanya.

Sebelumnya, Polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu malam, 21 Juni 2020. Dari peristiwa tersebut, sebanyak 25 orang diamankan.

Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei di rumah Nus Kei di Cluster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh Kota Tangerang. Kemudian, aksi itu berlanjut ke wilayah Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat dengan menyerang anggota Nus Kei yaitu Yustus Corwing.

Polisi juga sudah melakukan gelar rekonstruksi kasus John Kei di lima lokasi pada Rabu, 24 Juni 2020. Dalam perkembangannya, total sudah ada 35 orang termasuk John Kei yang dicokok.

Polisi menyebut masih ada tujuh anak buahnya yang buron. Namun, menurut polisi tidak menutup kemungkinan masih ada anak buah John Kei lain yang ternyata juga terlibat di luar tujuh orang buron tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi john kei
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top