Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ICJR Protes Kapolri Bakal Hukum Mati Pelaku Narkoba, Ini Alasannya

Kritik Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) meminta penerapan hukuman mati kepada para pelaku pidana narkoba dilakukan secara hati-hati.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  13:50 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kanan), Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit (tengah), Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar, memberikan keterangan pers pemusnahan barang bukti narkoba jaringan Iran-Indonesia di Halaman Gedung Promoter Polda Metro Jaya. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (kanan), Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit (tengah), Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar, memberikan keterangan pers pemusnahan barang bukti narkoba jaringan Iran-Indonesia di Halaman Gedung Promoter Polda Metro Jaya. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi

Bisnis.com, JAKARTA -- Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengkritisi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang berharap seluruh pelaku tindak pidana narkoba dihukum mati.

Direktur Eksekutif ICJR, Erasmus A.T Napitupulu berpandangan bahwa penerapan hukuman mati baik dalam kondisi normal maupun new normal seperti saat ini, harus memiliki kehati-hatian yang sangat tinggi.

Bahkan, dia berharap agar penegak hukum menghindari jeratan hukuman mati kepada pelaku tindak pidana narkoba.

"Kondisi Wabah Covid-19 ini, telah menyebabkan pengadilan hingga kantor jasa layanan hukum tidak dapat beroperasi normal seharusnya penuntutan maupun penjatuhan hukuman mati dihindarkan," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Dia mencatat sepanjang masa pandemi Covid-19 atau 27 Maret-4 Juli 2020, sejak semua sidang digelar secara online, ada sebanyak 67 terdakwa yang divonis hukuman mati. Padahal, pada bulan yang sama tahun lalu, hanya ada 21 putusan hukuman mati sejak April-Juni 2019.

"Hampir semua kasus hukuman mati merupakan kasus narkotika (50 kasus) dan hanya 5 kasus di antaranya yang merupakan kasus pembunuhan berencana. Total 67 orang terdakwa tersebut terdiri dari 63 orang yang dituntut hukuman mati dan 4 orang yang sebelumnya tidak dituntut dengan pidana mati namun dijatuhi hukuman mati oleh hakim tingkat pertama," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri narkoba hukuman mati
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top