Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsorsium Riset Covid-19 Pede Vaksin Lokal Tersedia Medio 2021

Konsorsium riset tengah berupaya keras untuk mengembangkan vaksin hanya dalam waktu 8 bulan. Padahal, biasanya butuh waktu bertahun-tahun.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  16:49 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh konsorsium nasional ditargetkan akan masuk ke fase preclinical trial pada akhir 2020 atau paling lambat dapat tersedia pada pertengahan 2021.

Hal itu diungkapkan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti dalam konferensi pers di Istana Presiden, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan vaksin protein rekombinan yang saat ini sedang dikembangkan akan masuk ke proses kloning untuk menjadi subjek di preclinical trial.

"Preclinical trial akan mulai pada akhir 2020, dan jika [perlu] perpanjangan [waktu], mungkin pada awal 2021. Ini akan dilanjutkan oleh beberapa preclinical trial selanjutnya dalam tahun ini atau awal 2021.

Sebenarnya, dalam mengembangkan vaksin butuh waktu bertahun-tahun, tetapi konsorsium tengah berupaya keras untuk mengembangkan vaksin hanya dalam waktu 8 bulan.

Perlu diketahui, konsorsium nasional sedang mengembangkan vaksin melalui metode protein rekombinan menggunakan strain Covid-19 yang berasal dari Indonesia.

Metode ini dipilih karena kita punya teknologi dan pengalaman dan tidak lagi perlu memproduksi lebih banyak virus.

Proses pengembangan ini tidak hanya untuk menentukan apakah vaksin efektif, tetapi juga aman digunakan oleh manusia dan tidak menimbulkan efek berbahaya.

"Hasilnya [tersedia] untuk orang Indonesia sendiri pada pertengahan 2021," katanya.

Upaya pengembangan vaksin lokal ini bertujuan untuk mencari vaksin dengan tipe tertentu yang sesuai dengan virus di Indonesia.

Konsorsium juga telah melaporkan 10 - 16 whole genome sequencing (WGS) ke GISAID yang berasal dari Laboratorium Eijkman dan Universitas Airlangga. Tiga di antaranya dikategorikan sebagai strain yang tidak teridentifikasi dan satu strain tipe G.

WGS merupakan proses karakterisasi virus SARS-CoV-2, memonitor evolusi virus hingga mengidentifikasi target terapi dan vaksin.

Tak hanya pngembangan lokal, Indonesia juga terus melanjutkan kolaborasi dengan internasional dengan bantuan dari Kementerian Luar Negeri.

PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Sinovac (China) dalam mengembangkan vaksin melalui pendekatan virus yang tidak aktif. Vaksin ini dijadwalkan masuk clinical trial fase 3 pada Juli 2020.

Sementara PT Kalbe Farma Tbk., dengan Genexine (Korea Selatan) untuk mengembangkan vaksin menggunakan pendekatan DNA platform.

Saat ini tahap pengembangan dalam diskusi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk  masuk ke clinical trial fase 2 pada Agustus 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan saat ini, negara di dunia sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin dan obat Covid-19.

Sampai kemarin, lebih dari149 vaksin sedang di kembangkan secara global. Namun, dia menekankan dalam setiap kesempatan pertemuan internasional, perlu adanya jaminan bahwa setiap negara harus mendapatkan akses untuk memperoleh vaksin secara terjangkau, jika vaksin sudah ditemukan.

Hal ini tidak terkecuali berlaku bagi negara berkembang dan negara terbelakang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi vaksin covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top