Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Penyebaran Covid-19, Singapura Bagikan Alat Pelacak Khusus

Pengguna akan diberi tahu oleh petugas pelacakan kontak, jika mereka terdeteksi berada di dekat seseorang yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  22:51 WIB
Sejumlah orang berjalan di Marina Bay Singapura pada 12 Februari 2020, ketika wabah corona mulai menyergap negara pulau itu. - Bloomberg
Sejumlah orang berjalan di Marina Bay Singapura pada 12 Februari 2020, ketika wabah corona mulai menyergap negara pulau itu. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura mulai membagikan perangkat pelacakan kontak berkemampuan bluetooth untuk memperlambat penyebaran virus corona atau Covid-19.

Peralatan yang disebut TraceTogether adalah alternatif untuk aplikasi pelacakan kontak kontak pemerintah. Itu ditujukan untuk orang yang tidak memiliki atau memilih untuk tidak menggunakan ponsel.

Mengutip BBC, Senin (29/6/2020), batch pertama perangkat didistribusikan kepada orang lanjut usia yang rentan, yang memiliki sedikit atau tidak ada dukungan keluarga atau memiliki masalah mobilitas.

Peralatan itu memiliki kode QR unik dan tidak perlu diisi karena memiliki daya tahan baterai hingga sembilan bulan. Perangkat tersebut bekerja dengan menukar sinyal Bluetooth dengan token TraceTogether, atau ponsel cerdas lain di sekitarnya yang menjalankan aplikasi TraceTogether.

Pengguna akan diberi tahu oleh petugas pelacakan kontak, jika mereka terdeteksi berada di dekat seseorang yang terinfeksi virus corona.

Jika mereka kemudian dikonfirmasi telah mengontrak Covid-19, data akan diunduh dari perangkat.

Para menteri telah menepis kekhawatiran yang timbul karena privasi pengguna, karena mereka berpendapat bahwa mereka tidak dirancang untuk menandai gerakan orang.

Pemerintah Singapura mengatakan bahwa data yang dikumpulkan oleh perangkat akan dienkripsi dan disimpan dalam token selama maksimal 25 hari.

Pihak berwenang juga mengatakan bahwa data tidak dapat diakses dari jarak jauh karena token tidak memiliki kemampuan internet atau seluler.

Fitur lain yang disoroti oleh pemerintah adalah bahwa token tidak memiliki konektivitas Global Positioning System (GPS), jadi tidak dapat mengumpulkan data lokasi.

Pemerintah Singapura mengatakan bahwa sejak meluncurkan aplikasi smartphone TraceTogether pada bulan Maret telah diunduh oleh sekitar 2,1 juta orang.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka perlu meningkatkan partisipasi dalam program TraceTogether secara signifikan karena Singapura telah mulai membuka kembali ekonominya.

Awal bulan ini pemerintah Singapura mulai melonggarkan lockdown, termasuk pembukaan kembali toko ritel dan makan yang diizinkan di gerai makanan dan minuman.

Adapun, token tersebut bersumber dari perusahaan elektronik PCI yang berbasis di Singapura. Diumumkan awal bulan ini, bahwa perusahaan telah memenangkan tender SGD6 juta untuk memasok 300.000 perangkat pertama.

Lebih anjut, pada Minggu, pihak berwenang melaporkan total 213 infeksi baru di Singapura, 11 di antaranya berada di asrama pekerja asing. Itu membuat jumlah total kasus Covid-19 menjadi 43.459.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top