Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Covid-19 Melonjak, Texas Hentikan Fase Relaksasi Lockdown

Mengutip The New York Times, Jumat (26/6/2020), Texas mencatat rekor penambahan kasus baru per hari dengan 36.975 orang pasien Covid-19 baru pada Rabu (24/6/2020).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  12:15 WIB
Warga yang menggunakan masker mengambil video seorang penari yang memakai kostum karakter Sesame Street Elmo di The Wharf, Washington, DC, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar. Hingga Rabu (8/4/2020), kasus positif Covid-19 di Negeri Paman Sam itu telah mencapai 396.416 kasus. Bloomberg - Andrew Harrer
Warga yang menggunakan masker mengambil video seorang penari yang memakai kostum karakter Sesame Street Elmo di The Wharf, Washington, DC, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar. Hingga Rabu (8/4/2020), kasus positif Covid-19 di Negeri Paman Sam itu telah mencapai 396.416 kasus. Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA -- Texas menghentikan fase relaksasi locdown untuk menekan penyebaran virus Corona. Hal ini dilakukan Gubernur Greg Abbot setelah 55 hari kembali membuka restoran dan bisnis lain di negara bagian Amerika Serikat tersebut.

Mengutip The New York Times, Jumat (26/6/2020), negara bagian ini mencatat rekor penambahan kasus baru per hari dengan 36.975 orang pasien Covid-19 baru pada Rabu (24/6/2020).

Seperti diketahui dalam 2 bulan terakhir banyak negara bagian di Amerika Serikat telah membuka kembali kegiatan ekonomi untuk menyelamatkan jutaan lapangan pekerjaan, seperti Alabama, Missouri, Montana, dan Utah. Namun, seperti Texas, seluruh wilayah juga mencatat rekor penambahan kasus baru per hari.

Robert Redfield, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, mengatakan pada Kamis bahwa jumlah orang di Amerika Serikat yang telah terinfeksi virus Corona sebenarnya sekitar 10 kali lebih tinggi daripada 2,3 juta kasus yang telah dilaporkan. "Kami mungkin berhasil mengidentifikasi sekitar 10 persen," kata Redfield.

Sementara itu, Amerika Serikat juga tengah bergulat dengan tekanan ekonomi. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa hampir 1,5 juta pekerja mengajukan klaim pengangguran baru pada pekan lalu. Pada saat yang sama, lebih dari 19 juta orang berupaya mendapatkan asuransi pengangguran dari negara, sedikit turun dari 25 juta pada awal Mei.

Di North Carolina, Gubernur Roy Cooper, pekan ini menghentikan fase pembukaan kembali tiga pekan dan memerintahkan penduduk untuk mengenakan masker di tempat publik. Di Nevada, Gubernur Steve Sisolak, mengatakan bahwa setiap diskusi memasuki fase 3 relaksasi akan dilakukan.

Adapun lonjakan kasus, Kent Smetters, Direktur Model Anggaran Penn Wharton di University of Pennsylvania telah terbukti sebagai ujian bagi negara-negara bagian yang memutuskan pembukaan kembali lebih dahulu. Namun, dia paham bahwa hal itu dilakukan sebagai strategi yang diperlukan untuk menyelamatkan pendapatan masyarakat.

"Dengan membuka kembali, mereka telah melihat kasus meningkat, dan mereka telah membuat banyak orang takut [untuk mengunjungi restoran dan bisnis lainnya]. Kepercayaan masyarakat adalah pendorong utama dalam hal ini,” kata Smetters yang aktif menganalisa dampak kebijakan pemerintah terhadap kematian pasien Covid-19 dan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top