Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Ancaman Corona Belum Usai, Kasus Positif di Beberapa Daerah Masih Tinggi

Presiden Jokowi kembali mengajak masyarakat untuk ikut berperan mencegah penyebaran virus Corona.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  11:22 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ancaman Covid-19 belum berakhir. Saat ini beberapa daerah masih mencatat penambahan kasus positif yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, Presiden kembali mengajak masyarakat untuk ikut berperan mencegah penyebaran virus Corona.

“Meskipun sudah berkali2-berkali disampaikan, saya mengajak masyarakat untuk disiplin mematuhi dan mengikuti anjuran yang sering kita sampaikan, gunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak yang aman, dan hindari kerumunan,” kata Presiden dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/6/2020).

Presiden juga meminta masyarakat untuk saling mengingatkan satu dan yang lain untuk menaati protokol kesehatan. Hal ini harus terus dilakukan hingga menjadi sebuah kebiasaan baru.

Adapun sebelumnya, Presiden Jokowi menaruh perhatian sangat tinggi kepada tiga provinsi terkait penambahan jumlah kasus Covid-19, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan utamanya Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

“Beberapa arahan tadi saya kira akan segera kita tindaklanjuti termasuk penambahan fasilitas yang diperlukan termasuk juga tata kelolanya, misalnya untuk rumah sakit darurat yang ada di Surabaya itu beliau memerintahkan supaya ditangani oleh kogabwilhan [Komando Gabungan Wilayah Pertahanan],” ujar Muhadjir sesuai bertemu Presiden Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2020).

Langkah tersebut sama dengan penanggulangan di Jakarta. Rumah sakit darurat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, juga dipegang oleh Pangkogabwilhan I. Muhadjir menilai bantuan penanganan Covid-19 yang dilakukan Kogabwilhan terhitung efektif.

Muhadjir menyatakan bahwa saat ini TNI sangat membantu dalam penanganan Covid-19. Selain mengurus rumah sakit darurat, militer juga ikut membantu evakuasi anak buah kapal dan juga WNI dari Wuhan, China.

Sementara itu secara akumulasi, Indonesia mencatat 47.896 orang pasien Covid-19. Dalam satu pekan terakhir, penambahan pasien per hari sekitar 900 orang hingga 1.000 orang.

Dari total pasien Covid-19, sebanyak 26.120 di antaranya masih dalam perawatan dan 19.241 terkonfirmasi sembuh. Sebanyak 2.535 orang lainnya meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top