Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktivitas Manufaktur Inggris Melonjak di Juni, Prospek Ekonomi Tetap Suram

Perekonomian Inggris perlahan tampak mulai bangkit kembali dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) seiring dengan melonjaknya aktivitas sektor manufaktur dan jasa.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:06 WIB
Suasana Kota London - Istimewa
Suasana Kota London - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perekonomian Inggris perlahan mulai bangkit kembali dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) seiring dengan melonjaknya aktivitas sektor manufaktur dan jasa.

Data yang dirilis pada Selasa (23/6/2020) menunjukkan purchasing managers' index (PMI) composite IHS Markit untuk Inggris melonjak menjadi 47,6 pada Juni 2020 dari 30 pada Mei.

Kendati masih di bawah level 50 yang memisahkan ekspansi dengan kontraksi, peningkatan secara bulanan ini adalah yang terbesar sejak pencatatan survei dimulai pada tahun 1998.

Indeks output manufaktur Inggris naik menjadi 50,8 sekaligus mengakhiri periode penurunan selama tiga bulan. Volume produksi yang lebih tinggi dikaitkan dengan kembali dibukanya sebagian pabrik pasca-lockdown.

Sementara itu, indeks aktivitas bisnis sektor jasa naik menjadi 47 pada Juni dari hanya 29 pada Mei. Data terbaru ini mengisyaratkan laju penurunan paling lambat dalam output sektor jasa sejak awal penurunan pada Maret akibat pandemi Covid-19.

Perdana Menteri Boris Johnson melonggarkan bagian-bagian lockdown yang telah diberlakukan sejak Maret, sehingga memungkinkan aktivitas pabrik untuk mulai kembali meningkat

Meski demikian, dampaknya telanjur berat. Markit memperkirakan ekonomi Inggris akan terkontraksi 11,9 persen tahun ini dan kemudian berekspansi moderat sebesar 4,9 persen pada 2021.

“Ekonomi bergerak lebih dekat ke stabilisasi setelah dampak ekonomi langsung yang terburuk akibat pandemi Covid-19 dirasakan pada April. Prospek pemulihan jangka panjang tetap sangat tidak pasti,” ujar Kepala ekonom bisnis di Markit, Chris Williamson, dikutip dari Bloomberg.

Ketidakpastian seputar prospek pemulihan dan prospek pekerjaan juga menyebabkan permintaan akan banyak barang, terutama barang-barang besar yang tidak penting, kemungkinan akan tetap lesu selama berbulan-bulan. Di sisi lain, ketidakpastian Brexit terus membayangi perekonomian.

"Oleh karena itu, tim proyeksi kami memperkirakan ekonomi akan terkontraksi sebesar 11,9 persen tahun ini sebelum berekspansi dengan relatif sederhana sebesar 4,9 persen pada 2021,” tambah Williamson dalam laporannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur ekonomi inggris Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top