Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Para ahli Sebut Kecil Kemungkinan Makanan Tularkan Virus Corona

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan bahwa makanan dapat menularkan virus.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  14:07 WIB
Proses pengemasan ikan salmon - seafood.no
Proses pengemasan ikan salmon - seafood.no

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah ahli menyebut bahwa bahan makanan berisiko kecil menyebarkan virus corona. Hal ini diungkapkan menyusul adanya dugaan bahwa salmon impor menjadi penyebab penyebaran virus corona di Beijing.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan bahwa makanan dapat menularkan virus. Pandangan tersebut diamini oleh juru bicara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Kate Grusich yang mengatakan bahwa virus corona tidak bertahan lama di permukaan benda sehingga risiko penyebaran dari produk makanan atau kemasan sangat rendah.

Chile, penjual salmon terbesar kedua setelah Norwegia, berusaha meyakinkan China bahwa produk mereka aman untuk diimpor setelah sejumlah pesanan dibatalkan. Otoritas Keamanan Pangan Norwegia juga mengatakan tidak ada kasus infeksi yang terbukti menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.

Dugaan penyebaran melalui makanan muncul setelah penelusuran infeksi virus corona berujung di papan pemotong penjual salmon impor di sebuah pasar di Beijing. Meskipun ada kemungkinan orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke papan pemotongan tersebut, banyak produk salmon yang telah ditarik dari supermarket besar sementara para ahli memperingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi ikan yang kaya omega-3 tersebut.

Hanya ada beberapa contoh kecil penularan virus corona dari hewan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa daging yang dimasak dengan matang dari ternak yang sehat aman, tetapi memperingatkan orang untuk menghindari daging dari hewan liar atau ternak yang sakit.

Para ahli kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa penularan dapat terjadi secara tidak langsung dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, meskipun CDC mengatakan pada akhir Mei bahwa cara tersebut kemungkinan besar bukan media utama penyebaran virus.

Belum ada bukti jelas apakah virus dapat ditularkan melalui makanan beku yang kemudian dicairkan. Seorang profesor di Boston University School of Public Health, David Hamer, mengatakan bahwa meskipun tidak ada bukti bahwa Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.

"Hal ini menimbulkan banyak kekhawatiran tentang prospek pergerakan global pasokan makanan. Ini bisa memicu kepanikan jika orang berpikir makanan mereka bisa menjadi penyebab infeksi,” ungkap Hamer, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china beijing Virus Corona Salmon
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top