Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alarm Bahaya, PBB: Yaman Catat Jumlah Kematian Pasien Corona 4 Kali Lipat Dari Rata-rata

Tingkat kematian kasus virus corona (Covid-19) di Yaman sangat tinggi, hampir empat kali lebih tinggi dari rata-rata dunia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  10:13 WIB
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters
Penggali makam membuat kuburan baru seiring dengan jumlah kematian yang terus meningkat setelah penyebaran virus Covid-19, di tempat pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar Brasil, di Sao Paulo, Kamis (2/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Yaman telah mencatat jumlah kasus virus corona baru atau Covid-19 tertinggi dalam satu hari, ketika Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan kekhawatiran tingkat fatalitas di negara itu.

Dilansir dari Arab News, Rabu (17/6) komite virus corona nasional Yaman yang berbasis di Aden, melaporkan adanya 116 kasus baru dan 44 kasus kematian pada awal minggu ini. Totalnya, Yaman memiliki 844 kasus infeksi, 208 kematian, dan 79 kasus pasien sembuh.

Yaman mencatat kasus penyakit pandemi ini pertama kali pada 10 April. Ketika itu, pemerintah setempat langsung mengambil langkah cepat, termasuk memberlakukan jam malam, menutup sekolah, masjid, pasar, dan melarang pertemuan besar.

Wabah corona menyebar dengan cepat ke seluruh negara itu, mendatangkan malapetaka bagi kota-kota di Yaman, termasuk kota pelabuhan Aden, tempat ratusan orang terinfeksi dan belasan orang lainnya tewas.

Para ahli mengatakan bahwa laporan resmi dari negara masih menyembunyikan dampak sebenarnya dari pandemi. Pasalnya banyak warga Taman yang melakukan pengobatan sendiri untuk menghindari fasilitas medis yang penuh sesak akibat pandemi.

Pada Senin (15/6/2020) waktu setempat, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 di Yaman sangat mengkhawatirkan dengan empat kali lipat lebih tinggi dari rata-rata global.

“Tingkat kematian keseluruhan kasus tetap sangat tinggi, hampir empat kali lebih tinggi dari rata-rata dunia. Semua indikasi menunjukkan bahwa Covid-19 menyebar dengan cepat di seluruh negeri,” tulis OCHA dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu juga menyebut individu yang simptomatik sering tidak melakukan tes atau perawatan hingga kondisinya menjadi serius, karena fasilitas kesehatan tidak dapat diakses atau terlalu penuh dengan pasien lain.

Alasan lain mengapa orang menunda mencari pengobatan adalah karena masih ada stigma buruk, kekhawatiran tentang keselamatan, dan risiko yang bisa didapatkan ketika mencari perawatan ke tempat-tempat publik.

Komite virus corona nasional yaman mengatakan angka resmi ini tidak termasuk provinsi pada penduduk di Yaman Utara, di mana Houthi yang didukung Iran telah menekan informasi tentang pandemi corona.

Para ahli kesehatan lokal dan internasional percaya bahwa jumlah kematian akibat virus corona di wilayah yang dikontrol Houthi itu jauh melebihi yang ada di wilayah pemerintahan.

Alabed Bamousa, anggota tim medis di provinsi tenggara Hadramout, mengatakan kepada Arab News bahwa sebagian besar pasien yang tiba di rumah sakit di kawasan itu berada dalam kondisi yang parah dan kritis.

“Kasus-kasusnya datang sangat terlambat di rumah sakit. Pasien tinggal di rumah sampai mereka merasa sekarat,” katanya. Hadramout, merupakan provinsi terbesar di Yaman yang menyumbang 50 persen kematian karena corona di negara tersebut.

Dia mengatakan bahwa langkah-langkah awal untuk memerangi wabah, termasuk mengisolasi pasien dan orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien, telah mendorong orang untuk menghindari rumah sakit dan meningkatkan stigma sosial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb yaman Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top