Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perancis Umumkan Pencabutan Pembatasan Terkait Virus Corona Mulai Hari Ini

Mulai hari ini, Perancis mengizinkan kafe dan restoran beroperasi kembali serta melonggarkan aturan perjalanan, tapi tetap memberlakukan masa isolasi dua minggu bagi pendatang, khususnya dari Inggris atau Spanyol.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  14:56 WIB
Ilustrasi karyawan saat jam sibuk di Paris, Prancis. - Bloomberg
Ilustrasi karyawan saat jam sibuk di Paris, Prancis. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Perancis Emmanuel Macron telah mengumumkan pencabutan sejumlah pembatasan yang selama ini dilakukan untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19. Kafe dan restoran dibuka kembali di Perancis dan perjalanan ke negara-negara Eropa lainnya akan diizinkan.

Sementara itu,Jerman, Belgia, Kroasia dan Swiss sepenuhnya membuka kembali perbatasan dengan negara-negara UE pada hari Senin (15/6/2020). Kunjungan dapat dilakukan tanpa karantina atau pembatasan pada saat kedatangan. Sementara itu, masyarakat dari Inggris atau Spanyol yang ingin masuk ke Perancis masih tetap harus menjalani isolasi selama dua minggu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Macron mengatakan Prancis telah menang dari virus corona. Kendati begitu, dia tetap memperingatkan akan gelombang baru.

"Begitu besok, kita akan dapat membalik halaman pada bab pertama ini di seluruh wilayah kita," katanya seperti dikutip BBC.com, (Senin (15/6/2020).

Dia juga mengatakan bahwa sekolah akan dibuka kembali mulai 22 Juni, kecuali sekolah menengah.

Semua daratan Perancis sekarang akan berada dalam tingkat waspada virus atau "zona hijau", sementara wilayah luar negeri Mayotte dan Guyana Perancis akan tetap pada tingkat siaga "oranye". Kedua wilayah masih memiliki jumlah kasus yang tinggi, yang mengancam akan membanjiri sistem rumah sakit mereka.

Lebih dari 29.400 orang telah meninggal karena virus corona di Perancis. Negara ini telah memiliki hampir 194.000 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, meskipun penambahan jumlah kasus baru telah jauh melambat dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Macron pertama kali memberlakukan lockdown ketat pada 17 Maret. Ketentuan itu tetap berlaku sampai 11 Mei, ketika negara dengan hati-hati melonggarkan pembatasan.

Bagaimana situasi di tempat lain di Eropa?

Komisi Eropa mendorong pencabutan semua pembatasan perbatasan internal mulai Senin, tetapi hanya sejumlah kecil negara yang mengumumkan akan membuka kembali.

Di Jerman, Belgia, Kroasia dan Swiss, yang bukan anggota UE tetapi merupakan bagian dari wilayah perjalanan bebas visa Schengen, polisi lalu lintas dan pejabat yang menerapkan pembatasan coronavirus sudah tidak lagi berjaga.

Republik Ceko mengizinkan perjalanan tidak terbatas ke atau dan dari 26 negara bagian, tetapi masih melarang orang dari Belgia, Portugal, Swedia dan Inggris.

Sementara itu, Yunani telah membuka perbatasannya dan memungkinkan para pelancong dari tempat yang lebih jauh seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan untuk masuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa prancis Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top