Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Pencucian Uang, Singapura Akan Perketat Aturan Kasino

Singapura tengah mempertimbangkan pengetatan regulasi di pusat perjudian dalam upaya mencegah pencucian uang dan pendanaan untuk terorisme.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  14:11 WIB
Pengunjung mengelilingi Rain Vortex di tengah-tengah Terminal Jewel di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (11/4/2019). - Bloomberg/Wei Leng Tay\n
Pengunjung mengelilingi Rain Vortex di tengah-tengah Terminal Jewel di Bandara Internasional Changi, Singapura, Kamis (11/4/2019). - Bloomberg/Wei Leng Tay\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Singapura tengah mempertimbangkan pengetatan regulasi di kasino dalam upaya mencegah pencucian uang dan pendanaan untuk terorisme.

Dilansir dari Bloomberg, Casino Regulatory Authority (CRA) meminta operator kasino untuk menurunkan ambang batas untuk transaksi tunai yang dikenakan uji tuntas menjadi S$5.000 (US$3.588) dari yang berlaku saat ini sebesar S$10.000.

Ambang batas formal Singapura jauh lebih tinggi daripada standar global sebsar US$3.000 yang ditetapkan oleh pengawas anti-pencucian uang Financial Action Task Force (FATF).

"Kementerian Dalam Negeri dan CRA sedang meninjau ambang batas aturan dalam UU Kontrol Kasino dengan tujuan menurunkan ambang ini lebih jauh untuk sepenuhnya mematuhi Standar FATF," kata CRA, seperti dikutip Bloomberg.

Industri perjudian Singapura mendapat sorotan setelah Bloomberg melaporkan pekan lalu bahwa Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki Marina Bay Sands Pte., unit usaha Las Vegas Sands Corp milik Sheldon Adelson, mengenai kemungkinan pelanggaran kontrol anti pencucian uang dalam menangani akun penjudi.

Marina Bay Sands juga menghadapi penyelidikan di Singapura oleh CRA terhadap kebijakan pengiriman uangnya. Klaim mengenai transfer ini muncul dalam gugatan yang diajukan tahun lalu oleh Wang Xi, yang menggugat Marina Bay Sands dalam upaya mendapatkan kembali uangnya senilai S$9,1 juta yang dikirim ke pelanggan kasino lainnya pada 2015 tanpa persetujuannya.

Dalam tanggapan yang dikirim melalui email kepada Bloomberg tentang penyelidikan tersebut, kasino Singapura mengatakan bahwa mereka menanggapi tuduhan semacam itu dengan serius.

Regulator mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa kasino-kasino di Singapura, termasuk Marina Bay Sands, tetap bebas dari pengaruh kriminal atau eksploitasi, dan bersikap serius terhadap segala dugaan transfer uang tanpa izin.

CRA menguraikan perubahan ambang uji tuntas sebagai tanggapan atas permintaan Bloomberg untuk mengomentari laporan FATF, yang mengatakan tahun lalu negara ini memiliki persyaratan uji tuntas pelanggan yang tidak memadai untuk entitas seperti kasino dan agen real estat.

FATF menyebut kekurangan uji tuntas yang moderat masih mempengaruhi kedua sektor tersebut, tanpa mengutip perusahaan mana pun. Laporan FATF yang diterbitkan pada bulan November 2019 adalah tindak lanjut ketiga dari laporan evaluasi bersama 2016 di Singapura.

Tahun lalu, pemerintah Singapura sepakat untuk memperpanjang ijin operasional kasino yang dipegang oleh Genting Singapore Ltd. dan Las Vegas Sands Corp. hingga 2030, sebagai imbalan atas janji untuk menginvestasikan S$9 miliar untuk proyek-proyek pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura pencucian uang kasino

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top