Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Lampu-lampu menyala di bangunan-bangunan yang berlokasi di Central Business District (CBD) Singapura, Jumat (12/7/2019) malam. - Bloomberg/Ore Huiying
Premium

Covid-19 dan Keinginan Singapura Memangkas Pekerja Asing

02 Juni 2020 | 11:14 WIB
Pandemi Covid-19 seakan mengeluarkan masalah yang sebelumnya tak diperhatikan dengan serius. Bagi Singapura, hal itu adalah ketergantungan terhadap pekerja asing.

Bisnis.com, JAKARTA — Jika ada yang perlu dipelajari Pemerintah Singapura dari pandemi Covid-19, maka hal itu adalah bagaimana caranya memangkas jumlah tenaga kerja asing.

Perdebatan soal jumlah pekerja asing mencuat ke permukaan lantaran kasus di kalangan tersebut mendominasi Negeri Singa. Setidaknya sekitar 90 persen dari 35.292 penderita Covid-19 di Singapura sejauh ini merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Di sisi lain, proporsi pekerja asing di negara seluas 721,5 kilometer persegi (km2) itu akan bikin siapa saja memicingkan mata.

Data terbaru National University of Singapore (NUS) menyebut perbandingan jumlah pekerja asing dan pekerja lokal di sektor konstruksi merupakan yang tertinggi, yakni 7:1. Menyusul di bawahnya adalah 3,5:1 di sektor perikanan dan 0,6:1 di sektor jasa.

Dari tahun ke tahun, angka pekerja asing pun cenderung bertambah. Meski, pada tahun lalu, angkanya sempat sedikit berkurang.

Usut punya usut, hal itu dipicu aturan baru pemerintah setempat yang memperbolehkan warga tanpa garis relasi orang Singapura untuk mencari pekerjaan di semua sektor.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top