Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Umumkan Stimulus untuk Sektor Perumahan, Ini Rincian Nilainya

Australia mengumumkan paket stimulus untuk mendorong sektor perumahan di tengah tekanan pandemi virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  09:17 WIB
Properti di Negeri Kanguru, Australia -  Bloomberg
Properti di Negeri Kanguru, Australia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Australia mengumumkan paket stimulus untuk mendorong sektor perumahan di tengah tekanan pandemi virus Corona (Covid-19) terhadap perekonomian.

Pemerintah Australia telah mengumumkan paket stimulus senilai A$688 juta (US$476 juta) yang ditujukan untuk memperkuat industri konstruksi perumahan, ketika pandemi Corona menggiring ekonomi Negeri Kanguru masuk ke dalam jurang resesi.

Kontraktor dan pemilik rumah baru yang melakukan renovasi besar-besaran akan mendapatkan dana senilai A$25.000 dalam program yang dijadwalkan berakhir pada akhir tahun.

Stimulus ini dirancang untuk mendukung 140.000 pekerjaan langsung dan 1 juta pekerjaan terkait di sektor konstruksi perumahan, yang menghasilkan sekitar 5 persen dari output ekonomi Australia.

“Ini adalah tentang dukungan wajib pajak yang ditargetkan untuk waktu terbatas menggunakan sistem yang ada guna memastikan agar dana digunakan sebagaimana mestinya oleh para keluarga yang mencari sedikit bantuan tambahan untuk melakukan investasi signifikan oleh mereka sendiri,” terang Perdana Menteri Scott Morrison.

Asosiasi Industri Perumahan (HIA) menyambut hangat pengumuman itu. Insentif ini diperkirakan akan dapat menghasilkan lebih dari A$15 miliar dalam kegiatan ekonomi.

"Insentif ini akan membantu mengatasi penurunan proyeksi aktivitas perumahan selama 12 bulan ke depan," kata HIA dalam sebuah pernyataan pada Kamis (4/6/2020), seperti dilansir dari Bloomberg.

Stimulus baru tersebut dilancarkan setelah paket bernilai besar-besaran yang diumumkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuat pekerja menganggur dipekerjakan selama pemberlakuan lockdown demi menahan persebaran virus Corona di Australia.

Keberhasilan dalam membendung persebaran virus kemudian telah memungkinkan lockdown untuk mulai dilonggarkan. Morrison menargetkan sebagian besar aktivitas akan dilanjutkan pada bulan depan.

Tetap saja, sudah terlambat bagi Australia untuk menghindari resesi. Menteri Keuangan Josh Frydenberg pada Rabu (3/6/2020) membenarkan ketika ditanya apakah Australia berada di jalur pertumbuhan negatif untuk dua kuartal berturut-turut.

Produk Domestik Bruto (PDB) Australia terkontraksi 0,3 persen pada kuartal I/2020 dan diantisipasi akan lebih lanjut terkontraksi pada kuartal saat ini akibat efek penuh dari shutdown.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia ekonomi australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top