Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Lockdown, Harga Rumah di Inggris Anjlok

Harga rumah di Inggris turun besar-besaran pada bulan lalu akibat terdampak lockdown yang bertujuan membendung persebaran virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  16:02 WIB
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams
Seorang lelaki menyeberangi sebuah jalan di London, Inggris, berlatar belakang deretan properti residensial./Bloomberg - Hollie Adams

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah di Inggris turun besar-besaran pada bulan lalu akibat terdampak lockdown yang bertujuan membendung persebaran virus corona (Covid-19).

Menurut Nationwide Building Society, harga rumah mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari satu dekade pada Mei 2020, setelah langkah lockdown oleh pemerintah melumpuhkan pasar perumahan.

“Nilai [harga rumah] turun 1,7 persen pada Mei dari April, penurunan terbesar sejak Februari 2009,” ungkap lembaga finansial asal Inggris tersebut pada Selasa (2/6/2020), seperti dilansir dari Bloomberg.

Adapun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai harga rumah naik 1,8 persen pada Mei, separuh dari laju tahunan yang dibukukan pada bulan April.

Langkah lockdown telah membekukan sebagian besar ekonomi Inggris, termasuk pasar properti, karena pembatasan sosialisasi dan mobilisasi masyarakat tak memungkinkan dilakukannya peninjauan rumah.

Kendati demikian, harga rumah diperkirakan dapat bangkit kembali sebelum akhir tahun ini di tengah permintaan yang tertahan.

Sementara itu, pemerintah Inggris dikabarkan tengah mempersiapkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi dari pandemi virus corona dan merilisnya bulan depan.

Berdasarkan laporan Financial Times, Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak tengah mengerjakan proposal untuk berinvestasi pada program pelatihan, infrastruktur, dan bantuan bagi perusahaan teknologi.

Sebelumnya, Sunak telah memperingatkan bahwa Inggris akan menghadapi resesi serius dengan kontraksi sebesar 25 persen pada kuartal II/2020, mengacu pada proyeksi bank sentral Inggris.

Kepala Federasi Penjual Nasional Joe Harrison mengatakan kendati pelonggaran lockdown telah dimulai, segala sesuatu tak akan kembali normal dengan sekejap.

“Akan membutuhkan waktu panjang bagi pasar untuk kembali ke potensi penuhnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris harga rumah covid-19 Lockdown
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top