Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Starbucks Akan Kembali Buka Tokonya di Inggris

Sejumlah bisnis di Inggris kembali berjalan setelah protokol pelonggaran karantina dirilis
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  09:43 WIB
Pelanggan meninggalkan toko Starbucks saat penutupan salah satu dari 8.000 toko milik Starbucks yang akan tutup sekitar jam 2 siang waktu setempat pada hari Selasa (29/5/2018) sebagai langkah pertama dalam pelatihan 175.000 karyawan tentang toleransi rasial di Distrik Brooklyn, New York, AS, 29 Mei 2018. - Reuters
Pelanggan meninggalkan toko Starbucks saat penutupan salah satu dari 8.000 toko milik Starbucks yang akan tutup sekitar jam 2 siang waktu setempat pada hari Selasa (29/5/2018) sebagai langkah pertama dalam pelatihan 175.000 karyawan tentang toleransi rasial di Distrik Brooklyn, New York, AS, 29 Mei 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Setelah menutup tokonya selama beberapa waktu akibat pandemi virus corona, Starbucks Coffee akan membuka kembali sejumlah tokonya di Inggris.

Dilansir dari express.co.uk, perusahaan akan melayani pelanggan dengan berbagai jenis minuman hampir lengkap seperti, latte, cappucino dan teh.

Jumlah toko yang akan dibuka oleh perusahaan sebanyak 150 toko dengan jam buka yang berbeda dari biasanya, sehingga perusahaan menyarankan konsumen untuk memeriksanya di toko yang ada di daerahnya.

Sebagian besar toko yang buka hanya melayani drive-thru. Beberapa toko akan dibuka, namun pelanggan harus membawa pulang pesanannya. 

Pelanggan akan diminta oleh perusahaan untuk menunggu di ruang khusus dengan jaga jarak fisik sejauh 2 meter dapat dipertahankan ketika menunggu untuk memesan atau mengambil pesanan.

Toko-toko yang akan buka akan meminta pelanggan datang ketika pesanan mereka telah siap. 

Untuk diketahui, Inggris merupakan salah satu negara yang melakukan pelonggaran setelah melakukan karantina ketat untuk mencegah penyebaran virus corona. Sejumlah aktivitas bisnis diperbolehkan untuk beroperasional, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. 

Protokol ketat pun harus dijalankan oleh jenis usaha lain. Salah seorang pemilik bisnis handuk dan seprai, Neil Conway menyebut bisnis harus berjalan karena pemerintah melonggarkan kegiatan bisnis di tengah pandemi. Namun, dia menyebut perlu memastikan keselamatan konsumen.

“Ini menjadi sangat sulit secara finansial namun bisnis kami sekarang bisa berjalan cepat,” katanya seperti dikutip BBC.

Kepala Federasi Penjual Nasional Joe Harrison mengatakan kendati pelonggaran dimulai, semua tak akan kembali normal secara sekejap.

“Itu akan perlu waktu panjang bagi pasar untuk kembali ke potensi penuhnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi inggris starbucks Virus Corona
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top