Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aksi Massa Guncang Washington DC, Trump Sempat Dibawa ke Bunker Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump sempat diamankan ke bunker Gedung Putih oleh tim pengawalnya ketika berlangsung aksi protes di Washington DC.
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg/EPA-Jim Lo Scalzo
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg/EPA-Jim Lo Scalzo

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump dikabarkan sempat dibawa ke bunker di bawah Gedung Putih menyusul aksi protes di luar kantor kepresidenan AS itu pada Jumat (29/5/2020).

New York Times melaporkan Minggu (31/5), Secret Service yang merupakan tim pengawal dan keamanan Presiden AS membawa Trump ke lubang perlindungan setelah ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih.

Meski demikian, keluarga Trump diakui tidak pernah benar-benar dalam keadaan bahaya. Adapun aksi massa tersebut terkait dengan serangkaian demonstrasi lainnya di seluruh AS, yang menyerukan keadilan atas kasus kematian George Floyd, seorang warga kulit hitam yang meninggal saat ditangkap oleh polisi.

Pada akhir pekan lalu, aksi massa di Washington DC memang sempat berubah menjadi rusuh, di mana banyak pengunjuk rasa melemparkan barang-barang ke aparat keamanan, mengobarkan api di beberapa tempat, dan menghancurkan kaca-kaca bangunan. Usai kerusuhan, Gedung Putih pun terpantau sepi karena para pegawainya diminta tidak datang ke kantor untuk berjaga-jaga jika situasi yang sama kembali terjadi.

Bunker tersebut memang khusus disiapkan untuk Presiden AS jika yang bersangkutan dianggap berada dalam ancaman. Wakil Presiden AS periode 2001-2009, Dick Cheney, pernah dibawa bunker itu ketika ada serangan 11 September 2001.

CNN melansir Senin (1/6), Trump berada di bunker selama kurang dari 1 jam sebelum dibawa kembali ke ruang biasa. Namun, tidak diketahui apakah Melania Trump dan putranya, Barron Trump, juga ikut dibawa ke lubang perlindungan tersebut.

Selain di Washington DC, aksi protes besar-besaran juga berlangsung di puluhan kota lainnya di AS. Setidaknya 40 kota, termasuk Washington DC, menerapkan jam malam untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Annisa Margrit
Editor : Annisa Margrit
Sumber : New York Times, CNN
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper