Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus George Floyd: Ini Beda Homicide, Murder, dan Manslaughter di AS

Akibat kematian Floyd, yang ditindih dengan kaki Chauvin, mantan perwira polisi ini didakwa dengan tuduhan melakukan murder and manslaughter alias tuduhan melakukan pembunuhah tingkat kedua dan ketiga. Pihak keluarga Floyd menyatakan tidak puas, mereka menuntut Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama atau homicide.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  09:47 WIB
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Selasa (26/5 - 2020) memprotes kematian George Floyd. (Carlos Gonzalez / Star Tribune melalui Getty Images)
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Selasa (26/5 - 2020) memprotes kematian George Floyd. (Carlos Gonzalez / Star Tribune melalui Getty Images)

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan perwira kepolisian Minneapolis, Minnesota, AS didakwa melakukan pembunuhan terhadap George Floyd. Peristiwa itu terkait dengan laporan adanya seseorang yang melakukan pembelian di sebuah supermarket menggunakan uang palsu senilai US$20.

Akibat kematian Floyd, yang ditindih dengan kaki Chauvin, mantan perwira polisi ini didakwa dengan tuduhan melakukan murder and manslaughter alias tuduhan melakukan pembunuhah tingkat kedua dan ketiga. Pihak keluarga Floyd menyatakan tidak puas, mereka menuntut Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama atau homicide.

Lantas apa maksud dan perbedaan ketiga istilah di atas?

Berdasar keterangan di laman murphylawoffice.org, di dalam hukum Amerika Serikat dikenal tiga istilah untuk menyebutkan sebuah tindakan pembunuhan yakni homicide, murder, dan manslaughter.

Lantas, apa perbedaan antara homicide, murder dan manslaughter dalam hukum di AS?

"Orang sering bingung dengan istilah homicide, murder, dan manslaughter. Saat membaca koran, mereka bertanya-tanya mengapa seorang terdakwa terancam nyawanya atas pembunuhan (murder), sementara orang lain mendapatkan hukuman atas percobaan pembunuhan (manslaughter), yang, dalam caranya, terdengar lebih sadis daripada tindakan pembunuhan. Bahkan menjadi lebih membingungkan lagi ketika orang dihadapkan dengan istilah seperti kejahatan pembunuhan (felony murder)," ujar keterangan di laman murphylawoffice.org, dipantau Minggu (31/5/2020).

Laman tersebut memberikan penjelasan singkat tentang persyaratan, dengan beberapa referensi khusus untuk undang-undang di South Dakota, yang dapat digunakan sebagai contoh, terlepas dari yurisdiksi di mana seorang warga AS berada.

Disebutkan bahwa pembunuhan dalam konteks homicide adalah pembunuhan satu orang oleh orang lain.

"Tindakan pembunuhahan itu mungkin legal atau mungkin ilegal. Tentara dalam pertempuran melakukan pembunuhan, tidak termasuk kejahatan. Warga membunuh penyusup, juga tidak termasuk kejahatan," ujar laman ini.

Lantas apa yang memisahkan pembunuhan legal dari pembunuhan ilegal? Apa yang membuat seseorang yang membunuh diketegorikan  pembunuhan (murder)  dan yang lainnya hanya upaya pembunuhan (manslaughter)?

"Pembunuhan dalam konteks murder adalah pembunuhan yang dilakukan dengan 'kebencian'", papar laman ini.

Pembunuhan sebagai murder biasanya ada niat untuk membunuh, atau, paling tidak, melakukan kelalaian sehingga bisa dihukum sebagai pembunuhan dalam konteks murder.

Murder biasanya dibagi menjadi beberapa tingkatan. Terkait dakwaan pembunuhan tingkat pertama, hukuman dijatuhkan terhadap pembunuhan berencana, pembunuhan orang-orang yang sangat rentan (seperti anak-anak), dan pembunuhan yang tidak disengaja dilakukan sementara sengaja melakukan kejahatan serius lain.

"Jenis pembunuhan tingkat pertama yang terakhir ini disebut kejahatan pembunuhan (felony murder)," ujar laman murphylawoffice.org. 

Laman ini juga menyebutkan kebanyakan orang menyamakan premeditasi dengan perencanaan jangka panjang. Namun, dalam kebanyakan kodifikasi kriminal, premeditasi tidak berarti bahwa pembunuhan itu direncanakan selama berminggu-minggu atau berhari-hari.

"Premeditasi sering didefinisikan sebagai perencanaan atau desain apa saja yang menyebabkan kematian sebelum tindakan pembunuhan terjadi," ujar murphylawoffice.org.

Sedangkan pembunuhan tingkat kedua biasanya mencakup semua pembunuhan yang disengaja yang tidak direncanakan, dan beberapa pembunuhan yang diakibatkan oleh tindakan yang sangat  ceroboh sehingga menunjukkan ketidakpedulian besar pada kesucian hidup manusia atau kesejahteraan orang lain.

"Seperti disebutkan di atas, kejahatan pembunuhan atau felony murder adalah bagian dari pembunuhan tingkat pertama dan, dalam beberapa kode kriminal, pembunuhan yang bukan dilakukan karena terpaksa. Ini menghukum orang yang tidak benar-benar melakukan pembunuhan," lanjut keterangan di murphylawoffice.org.

Jika seseorang berpartisipasi dalam kejahatan, dan kejahatan itu menyebabkan kematian seseorang, semua peserta dalam kejahatan tersebut dapat didakwa dengan pembunuhan. Demikian penjelasan dari felony murder.

Contoh umum dari hal ini termasuk pengemudi yang melarikan diri dalam perampokan toko. Si pengemudi  dituduh melakukan kejahatan pembunuhan setelah perampok yang sebenarnya menembak petugas.

Contoh lainnya, pencuri yang secara tidak sengaja menakut-nakuti pemilik rumah begitu parah sehingga pemilik rumah meninggal karena serangan jantung.

"Bahkan ada beberapa kasus ketika seorang terdakwa dihukum karena melakukan kejahatan pembunuhan atau felony murder  atas kematian rekan konspiratornya. Dua perampok pergi ke toko minuman keras untuk mencuri uang tunai. Petugas itu mengeluarkan pistol dan menembak salah satu perampok itu hingga mati. Perampok lainnya didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan karena rekan perampoknya terbunuh selama melakukan tindak pidana di mana ia berpartisipasi," tulis keterangan di murphylawoffice.org.

Ditegaskan bahwa hal yang menakutkan tentang kejahatan pembunuhan adalah hukumannya seolah-olah Anda adalah pembunuh yang sebenarnya.

"Di banyak negara bagian AS, orang yang dituduh melakukan kejahatan pembunuhan tidak perlu memiliki pengetahuan yang sebenarnya bahwa rekan konspiratornya bersenjata atau berencana untuk membunuh orang lain. Standarnya adalah apakah dapat diduga bahwa seseorang mungkin telah terbunuh selama kejahatan," tulis laman ini.

Sementara itu, dakwaan melakukan manslaughter biasanya diperlakukan sebagai kejahatan yang tidak lebih ringan daripada pembunuhan dalam konteks murder.

Sedangkan manslaughter dapat dibagi menjadi kategori pembunuhan sukarela dan tidak disengaja. Pembunuhan sukarela adalah pembunuhan orang lain di bawah provokasi ekstrem atau saat berada di bawah panasnya dorongan atau passion. "Biasanya, itu tidak memerlukan niat untuk membunuh, tetapi bukan niat untuk melakukan sesuatu yang lain," tulis murphylawoffice.org

Sementara kejahatan pembunuhan atau felony murder  terjadi ketika seseorang berpartisipasi dalam kejahatan yang tidak terdaftar dalam aturan/delik soal kejahatan pembunuhan (yang biasanya termasuk jenis kejahatan paling berbahaya), tetapi entah bagaimana seseorang tewas selama kejahatan berlangsung.

Pembunuhan yang tidak disengaja biasanya melibatkan tindakan kelalaian atau kecerobohan yang menyebabkan kematian orang lain.

Pembunuhan karena berkendara atau upaya pembunuhan karena berkendara - menyebabkan kematian seseorang saat mengemudi sambil mabuk - dapat dikenakan tuntutan sendiri atau sebagai bagian dari pembunuhan tidak disengaja.

Hal ini tergantung pada undang-undang negara bagian tertentu, demikian dijelaskan laman murphylawoffice.org.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat George Floyd
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top