Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggota Parlemen Inggris Mundur, Protes Kelakuan Kepala Penasihat PM Boris Johnson

Douglas Ross mundur sebagai protes terhadap pelanggaran lockdown yang dilakukan Dominci Cummings, Kepala Penasihat PM Boris Johnson.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  21:28 WIB
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri anggota parlemen Skotlandia untuk Inggris Douglas Ross mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, Selasa (26/5/2020).

Ross, yang menjabat anggota parlemen sejak 8 Juni 2017 mundur sebagai bentuk protes terhadap Dominci Cummings.

"Aku belum ingin menjelaskan situasiku dengan Dominic Cummings karena aku masih menunggu detail. Tapi, aku tetap merasa bermasalah dengan penjelasannya. Sebagai bentuk protes, aku mengundurkan diri dari jabatan menteri pemerintahan," ujar Douglas.

Pernyataan mundur itu disampaikan Douglas di akun Twitter resminya.

I haven't commented publicly on the situation with Dominic Cummings as I have waited to hear the full details. I welcome the statement to clarify matters, but there remains aspects of the explanation which I have trouble with. As a result I have resigned as a government Minister. pic.twitter.com/6yXLyMzItJ

Cummings merupakan Kepala Penasihat Perdana Menteri Boris Johnson. Cummings sempat mendapat protes keras dari banyak kalangan karena kedapatan melanggar aturan lockdown Inggris terkait wabah Covid-19

Cummings mengungkapkan dirinya menyetir ke Durham pada 27 Maret 2020 untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya, di mana dia kemudian jatuh sakit, serta tidak mencari saran medis sebelum berangkat ke Durham. Dia juga tidak memberitahu Johnson tentang rencana bepergiannya ini.

Cummings berangkat dari rumah Durham ke rumah sakit untuk menjemput istri dan anaknya, yang sedang tidak sehat, dari rumah sakit. Dia juga merasa penglihatannya terganggu dan bahkan tidak tahu apakah dirinya cukup sehat untuk kembali ke London.

Kemudian, Cummings menuturkan dia memutuskan untuk melakukan test drive ke Kastil Barnard, sekitar 30 menit dari lokasinya, untuk menguji penglihatan dan kesehatannya sebelum kembali ke London, pada 12 April.

Walaupun mengatakan memahami kemarahan publik, tapi dia mengklaim hal itu lebih banyak didasari oleh laporan palsu media yang menuding dirinya melakukan perjalanan kedua ke Durham.

Pembelaan tersebut sempat dicecar oleh Ross yang menilai sikap Cummings adalah contoh buruk.

"Dia mengambil sebuah sikap yang tak bisa dilakukan oleh orang normal," kata dia.

Di sisi lain Boris Johnson mengatakan bahwa di pemerintahannya tidak akan ada orang yang punya kekebalan hukum. Namun, yang juga disayangkan, Boris belum menjatuhkan hukuman yang tegas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona Boris Johnson
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top