Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hong Kong Kembali Memanas, Inilah Foto-Foto Bentrokan Saat Demonstrasi

Situasi Hong Kong kembali memanas karena masyarakat kembali turun ke jalan memprotes rencana Beijing untuk secara langsung memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Aksi tersebut menjadi demonstrasi terbesar sejak pembatasan pergerakan akibat wabah virus corona atau Covid-19, bahkan pihak polisi Hong Kong pun terpaksa menembakkan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan ribuan orang
Abdullah Azzam
Abdullah Azzam - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  08:06 WIB
Seorang demonstran yang mengenakan topeng Guy Fawkes mengibarkan bendera
Seorang demonstran yang mengenakan topeng Guy Fawkes mengibarkan bendera "Kemerdekaan Hong Kong" saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Polisi Hong Kong mengerahkan meriam air dan menembakkan gas air mata ketika membubarkan demonstransyang menentang rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA – Situasi Hong Kong kembali memanas karena masyarakat kembali turun ke jalan memprotes rencana Beijing untuk secara langsung memberlakukan undang-undang keamanan nasional.

Ribuan demonstran yang memadati distrik perbelanjaan yang ramai di Causeway Bay dengan meneriakan: “Revolusi zaman kita. Bebaskan Hong Kong. Berjuang untuk kebebasan, Dukung Hong Kong," dan "Kemerdekaan Hong Kong, satu-satunya jalan keluar."

Aksi tersebut menjadi demonstrasi terbesar sejak pembatasan pergerakan akibat wabah virus corona atau Covid-19, bahkan pihak polisi Hong Kong pun terpaksa menembakkan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan ribuan orang.

Berikut foto-foto bentrokan polisi dengan pengunjuk rasa saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional :

Demonstran menggunakan payung saat aksi protes menentang rencana undang-undang keamanan nasional di distrik Wan Chai di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/ May James

Demonstran membawa poster yang mengecam Partai Komunis China saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Polisi Hong Kong mengerahkan meriam air dan menembakkan gas air mata ketika membubarkan demonstransyang menentang rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Bloomberg/Roy Liu

Polisi anti huru-hara bersiaga saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Seorang demonstran berdiri di depan polisi anti huru hara saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/ May James

Kendaraan polisi lapis baja melaju melalui persimpangan saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Polisi Hong Kong mengerahkan meriam air dan menembakkan gas air mata ketika membubarkan demonstransyang menentang rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Bloomberg/ May James

Polisi anti huru hara menembakkan tabung semprotan merica ketika wartawan mengambil foto saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/ May James

Gas air mata menyelimuti jalan saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Polisi Hong Kong mengerahkan meriam air dan menembakkan gas air mata ketika membubarkan demonstransyang menentang rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Bloomberg/Justin Chin

Seorang demonstran yang mengenakan topeng Guy Fawkes mengibarkan bendera "Kemerdekaan Hong Kong" saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Polisi Hong Kong mengerahkan meriam air dan menembakkan gas air mata ketika membubarkan demonstransyang menentang rencana China untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional. Bloomberg/Justin Chin

Polisi anti huru hara menggunakan senjata tidak mematikan saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/ May James

Polisi mengangkat tongkatnya saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/May James

Polisi menggunakan kendaraan water canon untuk menyemprotkan air saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Wakil ketua partai People Power Tam Tak-chi diamankan polisi anti huru hara saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Polisi anti huru-hara menangkap demonstran saat aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Batu bata dan pajangan toko yang rusak terletak berserakan di tengah jalan setelah aksi protes menentang undang-undang keamanan nasional di distrik Causeway Bay di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). Hampir 200 politisi dan legislator dari 23 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Bloomberg/Roy Liu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi demo Hong Kong covid-19
Editor : Abdullah Azzam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top