Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEK FAKTA: Bebas Corona, PSBB Tegal Ditutup dengan Pesta Kembang Api?

Warganet atau netizen heboh dengan flyer yang beredar, dan pemberitaan di media yang menyebutkan rencana pesta kembang api dalam penutupan PSBB tersebut. Hal itu dinilai bakal menimbulkan gelombang baru penularan virus corona di Kota Bahari.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  16:07 WIB
Suasana jalan yang gelap dan sepi di Jalan Diponegoro, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020) malam. Pemadaman seluruh lampu jalan kota dan Alun-alun Kota Tegal oleh Pemerintah Kota Tegal sejak lima hari lalu hingga waktu yang belum ditentukan tersebut untuk mencegah adanya kerumunan massa di jalan antisipasi penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Suasana jalan yang gelap dan sepi di Jalan Diponegoro, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020) malam. Pemadaman seluruh lampu jalan kota dan Alun-alun Kota Tegal oleh Pemerintah Kota Tegal sejak lima hari lalu hingga waktu yang belum ditentukan tersebut untuk mencegah adanya kerumunan massa di jalan antisipasi penyebaran COVID-19. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Jagat dunia maya heboh dengan selebaran yang menyebutkan bahwa Kota Tegal akan mengakhiri Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hari ini, Jumat (22/5/2020), dengan pesta kembang api, setelah dinyatakan bebas dari kasus positif virus corona (Covid-19).

Warganet atau netizen heboh dengan flyer yang beredar, dan pemberitaan di media yang menyebutkan rencana pesta kembang api dalam penutupan PSBB tersebut. Hal itu dinilai bakal menimbulkan gelombang baru penularan virus corona di Kota Bahari.

Seperti disampaikan oleh akun @galuh_afr. Menurutnya, selama ini sinergi masyarakat dan pemerintah kota sudah cukup bagus dalam menghalau virus corona. Namun, dia menyayangkan apabila penutupan PSBB Kota Tegal diadakan secara meriah yang bisa mengundang kerumunan masyarakat.

Hal serupa disampaikan oleh @Mellayanah29. Menurutnya, acara perayaan semacam itu apakah perlu dilakukan meskipun hanya mengundang Tim Gugus Tugas, aparat, dan tenaga medis.

Salah satu warganet atau netizen @panca66 menilai flyers yang menyebutkan bahwa Kota Tegal akan menutup PSBB dengan pesta kembang api dinilai tidak benar.

“Ada juga yang sirik dengan menyebar flyers palsu seperti ini. Tapi flyersnya kalau jeli, tulisan PSBB ditulis PSSB. Ada kembang api segala. Aya2 wae. Semalam saya sudah komukasi langsung dengan Wakil Walikota M. Jumadi, katanya kalau mereka malamnya mengadakan apel siaga biasa,” ujarnya.

Menurutnya, Tegal salah satu kota yang berhasil menekan jumlah korban Covid-19. Mereka melakukan lokal lockdown dari awal. Walikota Yon Supriyono dan Wakil Walikota adalah kader Demokrat.

“Pagi ini mereka menutup PSBB dengan melakukan penyemprotan disinfektan dari udara dan darat,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi dalam akun Instagramnya mem-posting selebaran yang berbeda pada hari ini. Dalam selebaran itu tidak disebutkan mengenai rencana pesta kembang api melainkan penyemproten disinfektan dari udara dan darat.

Dalam poster itu Jumadi mengimbau agar tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan menetapkan protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan dan memakai masker.

"Pandemi Covid-19 masih Ada " Untuk Itu Tetap #socialdistancing #physicaldistancing #dirumahsaja #cucitanganpakaisabun #pakaimasker Ayooo Kita Jaga KOTA TEGAL Tetap #zonahijau Dengan Mematuhi Anjuran Pemerintah Dan Ikuti Semua Protokol Kesehatan Dengan Ketat, sampai Pandemi Covid-19 Berakhir. ~Salam MJ," demikian tulisnya. 

Seperti dikutip dari Kompas TV hari ini, Jumadi membantah bahwa akan ada pesta kembang api dalam penutupan tersebut. Tegal pun rencananya mulai membuka blokade jalan dan menyalakan lampu penerangan di malam hari setelah pembukaan PSBB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tegal Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top