Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tegal Bebas Corona, Kontroversi Lockdown yang Kini Dipuja

Kota Tegal sempat kontroversi dalam penanganan virus corona. Wali Kota Dedy sempat meminta karantina wilayah atau lockdown untuk menekan penyebaran virus corona di kota tersebut. Seluruh akses menuju kota akan ditutup mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  14:35 WIB
Sejumlah pedagang menunggu pembeli di Pasar Bandung Kimpling, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5 - 2020). Pemerintah Kota Tegal menata para pedagang di lima pasar dengan menerapkan jaga jarak 1 meter antarpedagang sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid/19. /ANTARA
Sejumlah pedagang menunggu pembeli di Pasar Bandung Kimpling, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5 - 2020). Pemerintah Kota Tegal menata para pedagang di lima pasar dengan menerapkan jaga jarak 1 meter antarpedagang sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid/19. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Hari ini, Jumat (22/5/2020), Pemerintah Kota Tegal akan mengakhiri kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kota Bahari itu dinyatakan bebas kasus positif virus corona atau Covid-19 setelah sempat melakukan langkah kontroversi karantina wilayah atau lockdown.

Tagar #tegal hari ini heboh di media sosial seiring dengan rencana pencabutan status PSBB tersebut. Beredar flyer di media sosial bahwa penutupan PSBB akan dirayakan dengan sirine dan pagelaran pesta kembang api.

Berdasarkan flyer tersebut apel malam penutupan PSBB bakal digelar malam ini sekitar pukul 22.00 WIB di Alun-alun Kota Tegal. Flyer tersebut menampilkan foto Wali Kota tegal Dedy Yon Supriyono dan wakilnya, Muhammad Jumadi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal Hendiati Bintang Takarini membenarkan rencana acara penutupan PSBB tersebut. “Betul,” katanya saat dihubungi Tempo.co, Kamis (21/5/2020) malam.

Kota Tegal sempat kontroversi dalam penanganan virus corona. Wali Kota Dedy sempat meminta karantina wilayah atau lockdown untuk menekan penyebaran virus corona di kota tersebut. Seluruh akses menuju kota akan ditutup mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020.

Selama masa lockdown itu setiap pintu masuk Kota Tegal akan ditutup menggunakan road barrier beton. ”Pakai beton beratnya 2 ton. Tak usah dijaga, aman tidak mungkin digeser,” ujarnya Kamis (26/3/2020).

Namun, Dedy berkeras. Kader Partai Demokrat itu menyampaikan, penutupan tidak berlaku untuk jalan provinsi dan nasional. Kebijakan itu dia tempuh karena sebentar lagi memasuki musim mudik Lebaran 2020.

Dia khawatir, banyak orang yang akan masuk Kota Tegal saat hari raya tersebut. Meski Dedy mengklaim, tak banyak warganya yang merantau ke lain daerah.

Menurutnya, warga Kabupaten Tegal yang banyak bekerja di DKI Jakarta dan Jawa Barat atau daerah lain dibandingkan dengan wilayahnya. Oleh sebab itu, Dedy meminta dalam beberapa bulan ke depan warga Kabupaten Tegal tak berkunjung ke Kota Bahari tersebut.

Namun, selama masa lockdown itu, warga Kota Tegal yang kembali akan melalui sejumlah mekanisme. “Harus kami periksa dulu. Saya tidak mau sembarangan menerima walaupun orang asli Kota Tegal. Kita tidak tahu membawa virus apa tidak.”

KONTROVERSI LOCKDOWN

Rencana lockdown sempat menjadi kontroversi. Bahkan mendapatkan protes dari sejumlah pihak termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dedy mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Ganjar terkait kebijakan mencegah penyebaran corona ini. Menurutnya, Ganjar mempersilakan asal tak mengganggu operasional jalan provinsi dan nasional.

“Saya sudah matur [bilang] sama Pak Gubernur bahwa ada local lockdown demi kebaikan,” katanya. Komunikasi tersebut juga dia lakukan ketika akan menutup sejumlah tempat keramaian di Kota Tegal pada pekan lalu.

Setelah sejumlah daerah ramai-ramai melakukan lockdown, termasuk Kota Tegal. Pemerintah pusat menerbitakan aturan soal PSBB. Kota Tegal pun mengikuti skema yang disiapkan pemerintah tersebut.

Kementerian Kesehatan menyetujui status PSBB untuk Kota Tegal pada 17 April 2020 dengan diterbitkan surat Menteri Kesehatan bernomor HK.O1.07/Menkes/258/2O2O.

“PSBB di Tegal perlu diterapkan mengingat peningkatan kasus dan penyebaran virus meningkat signifikan,” kata Menteri Kesehatan Terawan Putranto, Jumat (17/4/2020).

Tegal menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang menerapkan status PSBB. Kota Bahari ini menerapkan PSBB dua kali. Pertama, yakni 23 April - 6 Mei 2020. Kemudian diperpanjang hingga 22 Mei 2020.

PESTA KEMBANG API

Rencana penutupan PSBB itu sendiri juga heboh di media sosial. Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal Hendiati Bintang Takarini sendiri belum menjawab ketika ditanya apakah acara tersebut akan menghadirkan masyarakat yang memungkinkan terjadi kerumunan yang berisiko menularkan Covid-19.

Salah satu warganet atau netizen @panca66 menilai flyers yang menyebutkan bahwa Kota Tegal akan menutup PSBB dengan pesta kembang api dinilai tidak benar.

“Ada juga yang sirik dengan menyebar flyers palsu seperti ini. Tapi flyersnya kalau jeli, tulisan PSBB ditulis PSSB. Ada kembang api segala. Aya2 wae. Semalam saya sudah komukasi langsung dengan Wakil Walikota M. Jumadi, katanya kalau mereka malamnya mengadakan apel siaga biasa,” ujarnya.

Menurutnya, Tegal salah satu kota yang berhasil menekan jumlah korban Covid-19. Mereka melakukan lokal lockdown dari awal. Walikota Yon Supriyono dan Wakil Walikota adalah kader Demokrat.

“Pagi ini mereka menutup PSBB dengan melakukan penyemprotan disinfektan dari udara dan darat,” tambahnya.

Salah satu akun @Small_Stuff_ pun menyindir bahwa akan ada gelombang kedua penularan corona apabila ditutup dengan pesta kembang api.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tegal Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top