Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Valuasi Induk TikTok Tembus US$100 Miliar di Private Market

Valuasi ByteDance, perusahaan rintisan di balik aplikasi fenomenal TikTok, disebut-sebut telah meningkat menjadi lebih dari US$100 miliar di private market.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  17:08 WIB
Aplikasi Tik Tok di Play Store
Aplikasi Tik Tok di Play Store

Bisnis.com, JAKARTA – Valuasi ByteDance, perusahaan rintisan di balik aplikasi fenomenal TikTok, disebut-sebut telah meningkat menjadi lebih dari US$100 miliar di private market.

Menurut sumber terkait, saham salah satu startup paling bernilai di dunia tersebut baru-baru ini berpindah tangan dengan harga yang menunjukkan nilainya telah meningkat 33 persen dari sekitar US$75 miliar selama putaran pendanaan dua tahun lalu.

Beberapa dari transaksi tersebut dikatakan menghargai perusahaan asal China itu sebesar US$140 miliar, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (20/5/2020).

ByteDance telah tumbuh kuat di dunia maya dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena platform video pendek TikTok besutannya yang digilai semua kalangan di penjuru dunia.

TikTok menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis ByteDance. Aplikasi ini memberi fasilitas kepada penggunanya lewat rekaman video pendek yang bisa ditambahkan musik dan dibagikan agar dilihat lebih banyak orang.

Investor pun tertarik untuk menjadi bagian dari perusahaan yang telah menarik sekitar 1,5 miliar pengguna aktif bulanan ke dalam rangkaian aplikasinya yang juga mencakup Douyin, versi China untuk TikTok, dan layanan berita Toutiao.

Pekan ini, perusahaan mengumumkan telah 'merebut' Kepala divisi konsumen dan internasional Walt Disney Co., Kevin Mayer, untuk bergabung dengan TikTok sebagai chief executive officer (CEO).

ByteDance kini akan head-to-head dengan sederet raksasa internet China mulai dari Tencent Holdings Ltd. hingga Alibaba Group Holding Ltd. untuk traffic pengguna. Perusahaan juga memperkuat operasinya di arena yang lebih baru seperti e-commerce dan game.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi TikTok
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top