Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Tak Konsisten, Ini Kata Luhut tentang Kebijakan untuk Covid-19

Setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah tersebut adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  20:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conference bersama sembilan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Perguruan Tinggi Negeri, Rabu (20/5/2020) - Dok./Kemenko Marves
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conference bersama sembilan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Perguruan Tinggi Negeri, Rabu (20/5/2020) - Dok./Kemenko Marves

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa kebijakan yang diambil untuk penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 telah melalui kajian yang cermat dan mendalam.

Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conference bersama sembilan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Perguruan Tinggi Negeri, Rabu (20/5/2020).

Dia menyatakan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah tersebut adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Selain telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, kebijakan itu juga diambil dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan," jelas Menko Luhut.

Menko Luhut pun kembali mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua.

“Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menko Luhut juga meminta para rektor untuk terus mensosialisasikan kebijakan pemerintah tersebut, terutama kepada para mahasiswa. Dengan begitu, pesan tersebut selanjutnya dapat disampaikan kepada masyarakat luas.

Adapun, Kasus baru pasien positif  Covid-19 di Indonesia, hari ini, Rabu (20/5/2020), bertambah sebanyak 693 orang, sehingga total menjadi 19.189 orang. Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data tersebut diperoleh hingga siang ini, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, data terbaru itu dihimpun dari seluruh rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di seluruh Indonesia. Penambahan kasus positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaaan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Maka, total pasien yang positif kini yang telah terkonfirmasi menjadi 19.189 orang," jelas Yuri, sapaan Yurianto, dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2020). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Luhut Pandjaitan covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top