Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Tumpang Tindih Penyaluran Bansos, Mendes Halim: Anggap Saja Sedekah

Mendes PDTT Abdul Halim mengatakan tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih dalam penyaluran bansos kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  18:05 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. - Istimewa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar tidak memungkiri bahwa ada kemungkinan terjadi overlapping pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) yakni tumpang tindih dengan jaring pengaman sosial lainnya.

"Bagaimana jika terjadi overlapping? Ya sekali lah nanti disuruh kembalikan atau anggap saja sebagai sedekah. Ya bagaimana, dari pada menunggu lama, waktu sudah mepet, masyarakat sudah menunggu," kata Halim dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Senin (18/5/2020).

Kendati demikian, dia tetap optimistis bahwa BLT-DD akan tersalurkan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bansos lainnya.

Pasalnya, sistem pendataan yang berawal dari tingkat desa melalui tiga relawan desa yang kemudian dimusyawarahkan dalam musyawarah desa khusus (musdesus), sangat menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Diketahui per 18 Mei 2020 tercatat sebanyak 12.829 desa atau 24 persen dari total desa yang sudah menyalurkan BLT-DD.

Lebih lanjut, sebanyak 46.174 desa atau 87 persen dari total 53.156 desa telah menetapkan calon keluarga penerima manfaat (KPM).

Sebanyak 33.345 desa atau 63 persen desa telah melakukan musdesus dan menetapkan calon KPM tetapi belum menyalurkan BLT-DD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos Virus Corona dana desa
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top