Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Skenario Pengganti Trump dan Pence Bila Terpapar Corona, Siapakah?

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario apabila Trump dan Pence tidak dapat menjalankan tugas,  tetapi mereka menolak untuk menguraikan rencana tersebut. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  12:34 WIB
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan
President Donald Trump saat berkunjung ke Honeywell International Inc. produsen masker N95 di Phoenix pada 5 Mei 2020. - Bloomberg/Brendan

Bisnis.com, JAKARTA - Para ahli dan praktisi hukum di luar Gedung Putih ramai menyampaikan skenario pemegang kendali Amerika Serikat jika Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence terinfeksi virus corona atau Covid-19. Skenario telah disiapkan bila kemungkinan tersebut terjadi.

Pence diketahui tengah menjaga jarak dengan Trump setelah pelayan pribadi Presiden AS itu dan Katie Mille, asisten bidang media Gedung Putih dites positif Covid-19, pekan lalu.

Para ahli berpendapat tingkat kejatuhan ekonomi dan geopolitik akan sangat tergantung pada tingkat keparahan penyakit, dan terutama pada mampu tidaknya Trump memimpin jika seandainya dia terinfeksi. "Ada protokol untuk semuanya," kata David Axelrod, mantan penasihat senior Gedung Putih untuk Barack Obama seperti dikutip Bloomberg. 

Namun diakui David, Gedung Putih sebelumnya tidak memiliki skenario untuk mengantisipasi jika terjadi pandemi. Adapun selama ini antisipasi yang ada terkait serangan teroris atau nuklir.

Ian Bremmer, presiden Eurasia Group, sebuah perusahaan konsultan risiko geopolitik, menilai pasar pasti akan jatuh jika Trump benar dikabarkan terinfeksi Covid-19. Namun, setidaknya Trump bisa mencontoh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang sempat terinfeksi Covid-19 dan kini dinyatakan sembuh. 

Walaupun Johnson menugaskan Sekretaris Luar Negeri Dominic Raab untuk menangani beberapa tugas ketika dia masuk perawatan intensif pada 7 April, dia tidak pernah secara resmi mengalihkan kekuasaannya. Nyatanya kini Johnson telah kembali bekerja dan melanjutkan tugasnya secara penuh.

"Jika Trump mendapatkannya [terinfeksi Covid-19] dan dikarantina di kediaman, tetapi tetap ingin bertanggung jawab atas pemerintahan dan men-tweet seperti orang gila, saya pikir akan ada de minimis dampak pasar," kata Bremmer. 

Donald Trump

Bill Bryan (kiri), pejabat senior di Departemen Keamanan Dalam Negeri berbicara konferensi pers, bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Wakil Presiden Mike Pence (kanan) mendengarkan selama konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Kamis, 23 April 2020./Bloomberg

Namun, jika kondisi kesehatannya bertambah buruk, Bremmer menyebut ada aturan konstitusi yang memungkinkan Trump melepas sementara kekuasannya.

Dalam Amandemen ke-25 Konstitusi AS memungkinkan Trump untuk menyerahkan kendali pemerintahan kepada wakil presiden dan kemudian mengklaimnya kembali segera setelah dia menyatakan sehat untuk memimpin.

Toh hal ini pernah dilakukan presiden AS sebelumnya, George W. Bush dan Ronald Reagan ketika harus mendapat perawatan medis.

Lantas bagaimana jika presiden dan wakil presiden meninggal dunia karena terinfeksi? Dalam kasus seperti itu, kata Ilya Somin, seorang profesor hukum di Universitas George Mason, garis suksesi jelas. "Ketua DPR Nancy Pelosi akan mengambil alih," sebutnya.

TERANCAM KEKACAUAN

Para ahli konstitusi memperingatkan bahwa kekacauan dapat terjadi jika Trump dan Pence positif Covid-19. Pasalnya beleid tersebut hanya memberikan sedikit kejelasan dalam menyelesaikan skenario semacam itu.

"Ini akan menjadi pertunjukan omong kosong nyata yang dapat mengakibatkan krisis konstitusional skala penuh," kata Brian Kalt, seorang profesor hukum di Michigan State University dan penulis Unable: The Law, Politics, and Limits of Section 4 of Twenty Amandemen Kelima. 

Adapun yang terjadi, persoalan pemegang kendali AS ini akan segera dibawa ke pengadilan, dan mereka harus memutuskan dengan cepat apa yang harus dilakukan. "Karena tidak mengetahui siapa presidennya, selama beberapa jam bahkan bisa sangat berbahaya bagi negara," tegasnya.

Donald Trump

Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait virus corona di Gedung Putih, Washington DC, AS, Selasa (7/4/2020)./Bloomberg/EPA-Jim Lo Scalzo

Masalahnya, kata Kalt, konstitusi tidak menawarkan prosedur untuk menentukan penilaian 'ketidakmampuan' presiden untuk memimpin. Hal ini kemungkinan dapat mencetuskan perselisihan, karena Pelosi, kandidat pengganti Trump dan Pence jika dinyatakan positif atau meninggal dunia karena Covid-19, berasal dari Partai Demokrat.

Gedung Putih mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir. Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario apabila Trump dan Pence tidak dapat menjalankan tugas,  tetapi mereka menolak untuk menguraikan rencana tersebut. 

Kendati demikian, beberapa pejabat Gedung Putih mulai khawatir terhadap penyebaran virus ini. Sebab banyak dari mereka tidak menggunakan masker saat menghadiri rapat dengan Trump maupun Pence.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci dan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dr. Robert Redfield dikabarkan telah mengisolasi diri setelah melakukan kontak dengan seseorang di Gedung Putih yang dites positif Covid-19. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden as Virus Corona Donald Trump Mike Pence
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top