Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

15 Juta Data Pengguna Tokopedia Bocor, Pemerintah dan DPR Komitmen Rampungkan RUU Data Pribadi

Bocornya data pengguna Tokopedia membuat pemerintah dan DPR berkomitmen untuk segera merampung RUU Perlindungan Data Pribadi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  13:23 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pemerintah dan DPR berkomitmen untuk segera merampung RUU Perlindungan Data Pribadi akibat masifnya tindak kejahatan siber di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan adanya isu kebocoran data pribadi itu memang DPR berkomitmen untuk segera melanjutkan menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi,” kata Staf Ahli Kominfo Henri Subiakto dalam diskusi daring yang diadakan oleh BSA, Jakarta, pada Selasa (5//5/2020).

Henri mengatakan pimpinan DPR juga responsif dalam menanggapi insiden yang terjadi terkait dengan keboncoran data pribadi pengguna di Tokopedia.

“Presiden berkali-kali juga mengingatkan untuk merampungan RUU itu. Bukan hanya untuk kepentingan masyarakat tetapi juga untuk e-commerce. Ketika ada hubungan e-commerce denga negara lain maka Indonesia akan dianggap aman,” kata dia.

Platfom belanja online, Tokopedia, menyatakan perusahaan tengah melakukan investigasi perihal dugaan peretasan yang membuat bocornya data 15 juta pengguna e-commerce tersebut.

“Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan,” kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Sabtu (2/5/2020).

Sebelumnya dikabarkan Tokopedia mengalami masalah keamanan yang membuat data-data pribadi sedikitnya 15 juta pengguna bocor dan ditawarkan di forum-forum online. Data-data yang diretas diduga tanpa informasi salt sehingga memudahkan peretas untuk menebak kata kunci.

“Database ini berisi email, hash kata kunci, dan nama,” tulis akun @underthebreach di Twitter, Sabtu (2/5/2020).

Tokopedia membenarkan adanya upaya pencurian data pengguna. Namun, Nuraini tidak memberikan informasi yang lebih terperinci, termasuk waktu kejadian peretasan. Dia hanya menekankan bahwa data-data pribadi pengguna platform belanja online tersebut tetap aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokopedia serangan siber
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top