Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa AS Merosot Setelah Mencatatkan Performa Terbaik sejak 1987

Indeks S&P 500 turun dari angka tertinggi dalam tujuh minggu karena AS melaporkan kenaikan klaim pengangguran yang lebih besar dari perkiraan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Mei 2020  |  11:27 WIB
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters
Indeks S&P 500 tergelincir dari level tertingginya dalam 7 pekan. / Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan ini, bursa saham AS mengakhiri bulan terbaiknya dalam tiga dekade terakhir dengan catatan suram seiring dengan merosotnya kinerja perusahaan akibat dampak pandemi virus Corona.

Indeks S&P 500 turun dari angka tertinggi dalam tujuh minggu karena AS melaporkan kenaikan klaim pengangguran yang lebih besar dari perkiraan.

Sementara itu, laporan keuangan Microsoft Corp, Facebook Inc. dan Tesla Inc. berhasil menopang indeks Nasdaq. Harga minyak mentah meningkat, di tengah tanda-tanda konsumsi bahan bakar mulai pulih di AS.

Dilansir Bloomberg, Sabtu (2/5/2020), S&P 500 mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 1987 sebesar 13 persen di tengah spekulasi dampak ekonomi dari virus corona mungkin berumur pendek.

Setelah penutupan perdagangan tunai, investor menyaksikan pendapatan perusahaan teknologi Amazon.com tenggelam setelah memperingatkan kemungkinan kerugian perusahaan pada kuartal kedua.

Sementara itu, saham Apple naik setelah mengatakan pendapatan triwulanan tumbuh 1 persen di tengah pandemi global Covid-19.

Investor terus menimbang gambaran ekonomi terhadap harapan penanganan virus Corona dan kebijakan lockdown di seluruh dinia. Komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, Stephen Hahn mengatakan bahwa agensi tersebut bergerak dengan cepat untuk meninjau data perawatan eksperimental Covid-19 milik Gilead Sciences.

Namun, laporan pendapatan dari raksasa teknologi menunjukkan sejumlah unit kerja tetap tangguh.

"Ini menggembirakan, Anda melihat penghasilan teknologi besar datang dengan kuat, tetapi masih ada tantangan. Akan ada dorongan-tarik di pasar untuk masa yang akan datang," kata Brian Price, kepala manajemen investasi untuk Commonwealth Financial Network.

Sementara itu, Indeks Stoxx Europe 600 jatuh di tengah rentetan pembacaan ekonomi yang buruk dan setelah Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan ekonomi kawasan euro bisa menyusut 12 persen tahun ini.

ECB mengintensifkan tanggapannya terhadap krisis virus Corona, sedangkan Federal Reserve berencana untuk memperluas Program Pinjaman Jalur Utama.

Di sisi lain, saham Twitter Inc. merosot setelah melaporkan penurunan penjualan. Kraft Heinz Inc. jatuh karena mengatakan prediksi kinerja 2020 masih belum pasti. Saham Royal Dutch Shell tergelincir setelah perusahaan memotong dividen untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Selain itu, ekuitas Jepang dan China naik lebih dari 1 persen karena ada lonjakan di Australia lebih dari 2 persen.

Saham

-Indeks S&P 500 turun 0,9% pada penutupan perdagangan di New York.
-Indeks Stoxx Europe 600 turun 2%.
-MSCI Asia Pacific Index naik 0,8%.
-MSCI Emerging Market Index naik 0,4%.

Mata uang

-Indeks Spot Dollar Bloomberg turun 0,1%.
-Euro naik 0,7% menjadi US$1,0955.
-Pound Inggris naik 1% menjadi US$1,2591.
-Yen Jepang turun 0,6% menjadi 107,34 per dolar.

Obligasi

-Imbal hasil pada obligasi 10-tahun naik satu basis poin menjadi 0,64%.
-Imbal hasil 10-tahun Jerman merosot sembilan basis poin menjadi -0,59%.
-Hasil 10-tahun Inggris turun lima basis poin menjadi 0,23%.

Komoditas

-Minyak mentah West Texas Intermediate naik 26% menjadi US$18,99 per barel.
-Emas melemah 1,5% menjadi US$1,687.82 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as saham as laporan keuangan

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top