Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketum Demokrat AHY Dukung Penolakan Masuknya TKA China di Sultra

AHY mengatakan seluruh pihak sebaiknya saat ini fokus pada penanganan pandemi virus Corona yang tengah melanda Indonesia.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 01 Mei 2020  |  13:28 WIB
Putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan istri Annisa Pohan (kanan) saat menyambangii kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk berhalalbihalal, di Jakarta, Rabu (5/6/2019). - ANTARA FOTO/Reno Esnir
Putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan istri Annisa Pohan (kanan) saat menyambangii kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk berhalalbihalal, di Jakarta, Rabu (5/6/2019). - ANTARA FOTO/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan dukungannya terhadap aksi penolakan DPRD Sulawesi Tenggara terkait rencana masuknya tenaga kerja asing asal Tiongkok ke wilayah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Agus Harimutri Yudhoyo atau yang akrab disapa AHY ini melalui akun twitternya @AgusYudhoyono pada Kamis (30/4/2020). Cuitanya itu disampaikan untuk meresepon pemberitaan mengenai aksi penolakan terhadap 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan masuk ke Sultra.

"Apresiasi untuk DPRD Sultra Fraksi Partai Demokrat yang ikut menginisiasi penolakan terhadap masuknya TKA Tiongkok," tulis AHY di akun twitternya Kamis (30/4/2020).

Ketimbang mendatangkan ratusan TKA dari China, dia mengatakan seluruh pihak sebaiknya saat ini fokus pada penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 yang tengah melanda Indonesia.

"Semua pihak harus fokus prioritaskan kesehatan masyarakat dan pencegahan menyebarnya virus, termasuk dengan membatasi masuknya orang dari pusat pandemi,' ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh menegaskan bakal memimpin langsung aksi demonstrasi jika 500 TKA asal China benar-benar datang ke daerah itu.

"Kalau ini tetap dipaksakan datang (500 TKA), intelijen kita bisa mengawasi kapan datangnya. Saya akan memimpin langsung demonstrasi, semoga ini bisa menjadi sejarah, ini bisa dikenang sampai 2024," kata Abdurrahman.

Dia mengungkapkan, alasan penolakan terhadap rencana kedatangan ratusan TKA tersebut, karena masyarakat Sultra saat ini tengah menghadapi Covid-19.

Menurutnya, kedatangan TKA Sultra dinilai akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat.

"DPRD bukan antiasing, kita komitmen bahwa investasi dibutuhkan dan regulasinya harus dipatuhi. Namun, hari ini dunia sedang pandemi Covid-19, untuk itu mewakili fraksi kita tolak. Di satu sisi aturan regulasi benar tapi dampak kedepannya dan dampak sosialnya," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona agus harimurti TKA China
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top