Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Perintahkan Pabrik Olahan Daging di AS Tetap Buka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pabrik pengolahan daging untuk tetap buka guna menjaga pasokan makanan di tengah pandemi virus Corona.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 29 April 2020  |  14:03 WIB
Donald Trump.  - Reuters
Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pabrik pengolahan daging untuk tetap buka guna menjaga pasokan makanan di tengah pandemi virus Corona.

Trump meminta undang-undang era Perang Korea untuk mengamanatkan bahwa pabrik terus berfungsi, di tengah peringatan kalangan industri atas ancaman terhadap rantai pasokan.

Diperkirakan 3.300 pekerja pengemasan daging di AS telah didiagnosis virus Corona dan 20 orang telah meninggal.

PBB bulan lalu memperingatkan keadaan darurat yang mengancam rantai pasokan makanan global. Pasalnya, dua puluh dua pabrik pengemasan daging AS di seluruh Midwest Amerika telah ditutup selama wabah.

Mereka termasuk rumah pemotongan yang dimiliki oleh produsen unggas, babi dan sapi terbesar di negara ini, seperti Smithfield Foods, Tyson Foods, Cargill dan JBS USA.

"Penutupan seperti itu mengancam kelanjutan berfungsinya rantai pasokan daging dan unggas nasional, merusak infrastruktur kritis selama darurat nasional," katanya seperti dikutip BBC Rabu (29/4/2020).

"Mengingat tingginya volume daging dan unggas yang diproses oleh banyak fasilitas, setiap penutupan yang tidak perlu dapat dengan cepat berefek besar pada rantai pasokan makanan," ujar Trump.

Gedung putih menjanjikan akan bekerja dengan Departemen Tenaga Kerja untuk mengeluarkan panduan bagi pekerja yang rentan, seperti mereka yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis, untuk tinggal di rumah.

John Tyson, kepala di Tyson Foods mengeluarkan iklan satu halaman penuh pada hari Minggu di Washington Post dan New York Times untuk memperingatkan "pasokan makanan negara sedang terputus".

"Ketika [pabrik pengolahan] babi, sapi, dan ayam dipaksa tutup, bahkan untuk waktu yang singkat, jutaan pon daging akan hilang dari rantai pasokan," tulisnya.

"Akibatnya, persediaan produk kami akan terbatas di toko bahan makanan sampai kami dapat membuka kembali fasilitas kami yang saat ini ditutup."

Produksi daging babi telah menanggung beban terbesar, dengan produksi harian turun setidaknya hingga seperempat kondisi normal.

Tyson mempekerjakan sekitar 100.000 pekerja di seluruh negeri, dia telah menangguhkan operasi di pabrik daging babi di Waterloo, Iowa.

Smithfield Foods menghentikan produksinya di pabriknya di Sioux Falls, South Dakota, setelah wabah menginfeksi ratusan karyawan.

Serikat Internasional Pekerja Makanan dan Komersial (UFCW), serikat pengemasan daging terbesar di AS, menuntut pemerintahan Trump memaksa perusahaan daging untuk menyediakan peralatan perlindungan yang tepat dan memastikan pengujian virus Corona setiap hari untuk pekerja rumah jagal.

"Sementara kami berbagi keprihatinan atas pasokan makanan, perintah eksekutif hari ini untuk memaksa pabrik pengepakan daging tetap terbuka harus mengutamakan keselamatan pekerja pengepakan daging negara kami terlebih dahulu," kata serikat pekerja.

UFCW mengatakan Gedung Putih akan memberikan perlindungan hukum bagi perusahaan jika karyawan terkena virus Corona di tempat kerja.

Richard Trumka, presiden serikat AFL-CIO, mengatakan menggunakan kekuatan eksekutif untuk memaksa orang kembali bekerja tanpa perlindungan yang tepat adalah salah dan berbahaya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump

Sumber : BBC

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top