Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Inggris Ini Rela Rogoh Kocek US$7.000 untuk Berenang di Singapura

Seorang pria warga negara Inggris rela mengeluarkan uang hingga S$10,000 (US$7.000) hanya untuk memuaskan keinginannya untuk berenang di Singapura, di tengah masa lockdown ketat di negara tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 April 2020  |  13:08 WIB
Patung Merlion berdiri di depan gedung-gedung pencakar langit di Singapura, Selasa (24/3/2020). - Bloomberg/Wei Leng Tay
Patung Merlion berdiri di depan gedung-gedung pencakar langit di Singapura, Selasa (24/3/2020). - Bloomberg/Wei Leng Tay

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang pria warga negara Inggris rela mengeluarkan uang hingga S$10,000 (US$7.000) hanya untuk memuaskan keinginannya untuk berenang di Singapura, di tengah masa lockdown ketat di negara tersebut.

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia tidak dapat berenang di kolam renang di apartemennya yang ditutup karena kebijakan lockdown di Singapura, seorang ekspatriat asal Inggris mencari properti di sekitarnya untuk disewa.

Seorang agen real estat di Singapore Realtors Inc, Lesster Chen, mengatakan ekspatriat tersebut awalnya ingin menyewa sebuah bungalow senilai S$ 30 juta di Sentosa Cove, sebuah kawasan perumahan kelas atas di pulau Sentosa. Tetapi sewa bulanan sebesar S$30.000 dianggap terlalu tinggi.

“Saya bertanya kepada orang itu mengapa dia ingin menyewa bungalow. Apakah karena lockdown di rumahnya saat ini? " kata Chen, yang menolak untuk mengungkapkan identitas pribadi kliennya tersebut.

"Pria itu menjawab bahwa dia hanya ingin menggunakan kolam karena kolam renang apartemennya ditutup karena lockdown," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Singapura yang memasuki minggu keempat masa lockdown sebagian, yang kini telah diperpanjang hingga 1 Juni untuk mengurangi lonjakan kasus virus corona, melarang orang dilarang berkeliaran di luar.

Fasilitas umum seperti ruang olahraga dan pusat kebugaran ditutup. Demikian pula fasilitas di apartemen ditutup untuk mencegah interaksi sosial. Pelanggar kebijakan ini diancam dengan denda, hukuman penjara, atau penangguhan izin kerja mereka.

Karena kliennya hanya ingin menggunakan kolam renang di rumah bergaya Bali tersebut, Chen menawarkan penyewaan hanya bagian kolam renang dari bungalow tersebut.

“Saya berbicara dengan pemilik dan kami sepakat untuk menyewakan kolam dan taman dengan dua syarat. Pertama, hanya diijinkan untuk sewa jangka pendek selama tiga bulan. Dan jika orang lain ingin menyewa bungalow secara keseluruhan, perjanjian sewa akan berakhir,” katanya.

Kedua pihak menandatangani kesepakatan pada hari Minggu (26/4/2020). Sementara rumah itu sendiri dikunci untuk mencegah masuk, pria tersebut dan keluarganya memiliki akses melalui gerbang samping. Bungalow tersebut berjarak 10 menit berjalan kaki dari apartemennya.

Chen mengatakan ada permintaan serupa, dengan individu yang ingin menyewa bungalow di Sentosa Cove hanya karena kolam renang pribadi dan kebun mereka. Tetapi opsi itu tidak tersedia untuk orang yang tinggal di kepulauan utama.

“Saya sudah menyewakan kantor, pabrik, apartemen, dan bungalow. Tetapi tidak pernah hanya fasilitas di rumah. Ini yang pertama,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top