Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Donald Trump Teken Kebijakan Suspensi Green Card untuk Imigran

Kebijakan ini diperkirakan akan menghentikan praktik pemegang green card yang mensponsori keluarga besar mereka untuk tempat tinggal permanen di AS.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 April 2020  |  15:25 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk sementara waktu menangguhkan persetujuan green card atau kartu izin tinggal permanen bagi imigran.

Trump mengatakan perintah itu dirancang untuk melindungi pekerjaan para pekerja Amerika dalam ekonomi yang dihantam oleh virus corona atau Covid-19. Namun, kebijakan itu memberikan sejumlah pengecualian yang akan berlangsung selama 60 hari dan kemudian bisa diperpanjang.

Kritikus menuduhnya menggunakan pandemi sebagai penutup untuk kebijakan imigrasi garis keras dalam tahun pemilihan.

"Ini akan memastikan bahwa orang Amerika yang menganggur dari semua latar belakang akan menjadi yang pertama di jalur pekerjaan saat ekonomi kita dibuka kembali," kata Trump seperti dikutip dari BBC.com, Kamis (23/4/2020).

Kebijakan ini diperkirakan akan menghentikan praktik pemegang green card yang mensponsori keluarga besar mereka untuk tempat tinggal permanen di AS, yang oleh presiden disebut migrasi berantai.

Namun, kebijakan itu memberikan pengecualian untuk pasangan warga Amerika dan anak-anak yang belum menikah di bawah usia 21 tahun. Perintah itu juga menangguhkan Diversity Visa Lottery, yang mengeluarkan sekitar 50.000 green card setiap tahunnya.

Selain itu, yang dikecualikan adalah ratusan ribu pelamar green card yang sudah tinggal dan bekerja di AS, dan mereka yang masuk untuk bekerja sebagai dokter, perawat atau profesional kesehatan lainnya.

Pengecualian lain adalah ratusan ribu visa tamu sementara yang dikeluarkan setiap tahun untuk pemohon seperti buruh tani dan pekerja terampil dalam program visa H-1B.

Pandemi telah menumpulkan efek langsung dari pesanan karena hampir semua pemrosesan visa oleh departemen negara telah dihentikan selama berminggu-minggu dengan konsulat ditutup.

Namun demikian, menurut Lembaga Kebijakan Migrasi yang berbasis di Washington, perintah Trump dapat memblokir lebih dari 20.000 pelamar per bulan untuk pelamar green card.

Omar Jadwat, direktur Proyek Hak-hak Imigran Serikat Kebebasan Sipil Amerika mengatakan kebijakan itu akan menimbulkan kekecewaan yang nyata bagi keluarga dan majikan di seluruh negeri.Langkah presiden kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum.

Seperti banyak negara lain, AS telah memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mengatasi pandemi. Presiden juga telah mengajukan undang-undang tahun 1944 yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular untuk mengusir para pencari suaka di perbatasan AS.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi pekerja Amerika. Lebih dari 20 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan di tengah wabah virus korona, dan presiden mengatakan pemerintah memiliki 'tugas serius' untuk memastikan mereka mendapatkan kembali pekerjaan.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona Donald Trump covid-19

Sumber : BBC

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top