Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operator Seluler China Mobile Kehilangan Sekitar 4 Juta Pelanggan

Pelanggan operator seluler China Mobile Ltd. menyusut pada kuartal pertama karena penyebaran virus corona yang menganggu kegiatan ekonomi sehingga mendorong jutaan orang berhenti berlangganan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 April 2020  |  10:44 WIB
Kantor China Mobile - Bloomberg
Kantor China Mobile - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pelanggan operator seluler China Mobile Ltd. menyusut pada kuartal pertama karena penyebaran virus corona yang menganggu kegiatan ekonomi sehingga mendorong jutaan orang berhenti berlangganan.

Dilansir Bloomberg, Selasa (21/4/2020), menurut keterangan operator milik negara itu, jumlah langganan turun 3,98 juta dalam tiga bulan pertama tahun ini. Penghasilan bersih turun 0,8 persen menjadi 23,5 miliar yuan (US$3,3 miliar).

Operator yang memiliki lebih dari 940 juta pelanggan itu diperkirakan dapat kembali bangkit dalam beberapa bulan ke depan karena aktivitas ekonomi mulai kembali normal. Pengguna naik 4,1 juta pada Maret, mempersempit penurunan kuartalan, setelah penurunan 8,1 juta pelanggan selama Januari dan Februari.

Perluasan cakupan 5G yang direncanakan tahun ini juga dapat membantu memikat pelanggan untuk paket data berat yang lebih mahal. Sementara perusahaan membelanjakan anggaran untuk memperluas jaringan 5G, China Mobile juga telah mempertahankan tingkat dividen dan memiliki uang tunai dan deposito bank sekitar 317 miliar yuan pada akhir tahun lalu.

Menarik pelanggan 5G adalah kunci untuk pertumbuhan karena para pengguna cenderung menghabiskan lebih banyak per bulan. Perusahaan ini memiliki sekitar 31,7 juta pelanggan 5G pada akhir Maret 2020.

Sementara total pelanggan turun di kuartal pertama, operator diuntungkan dari sedikit peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna dari kuartal sebelumnya karena pengenalan jaringan 5G memudahkan pengguna untuk bermain video game dan aplikasi kaya data.

Sementara itu, saham China Mobile turun sebanyak 2,1 persen di perdagangan Hong Kong hari ini, menjadikan penurunan menjadi sekitar 8,7 persen tahun ini, dibandingkan dengan penurunan 16 persen pada 2020 untuk benchmark Indeks Hang Seng.

Sedangkan pendapatan rata-rata seluler per pengguna per bulan naik menjadi 46,9 yuan pada kuartal pertama, dibandingkan dengan 46 yuan dalam tiga bulan sebelumnya.

Lalu lintas data seluler naik menjadi 19,7 miliar gigabita, dibandingkan dengan 17,5 miliar GB pada kuartal sebelumnya. Pendapatan operasional turun 2 persen YoY menjadi 181,3 miliar yuan pada kuartal pertama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china operator seluler teknologi 5G

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top