Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

500 Jet Pribadi Mendarat di Inggris dari Negara-Negara Terinfeksi Covid-19

Dilansir dari Metro, Senin (20/4) sebanyak 545 jet pribadi telah mendarat di lapangan terbang Inggris sejak upaya lockdown nasional di negara tersebut yang dimulai pada 23 Maret lalu.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 20 April 2020  |  09:16 WIB
Jet pribadi - Ilustrasi/JIBI Photo
Jet pribadi - Ilustrasi/JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA – Turis-turis kaya telah menerbangkan jet pribadi mereka ke Inggris dari titik hotspot virus corona selama implementasi lockdown dalam upaya memerangi pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Dilansir dari Metro, Senin (20/4) sebanyak 545 jet pribadi telah mendarat di lapangan terbang Inggris sejak upaya lockdown nasional di negara tersebut yang dimulai pada 23 Maret lalu.

Tidak seperti mayoritas negara lain yang telah memberlakukan pembatasan perjalanan di tengah wabah ini, Inggris masih mengoperasikan kebijakan perbatasan yang terbuka, yang berarti pilot masih dapat mendarat di negara tersebut.

Dari jumlah jet pribadi yang mendarat di negara Black Country itu, tercatat bahwa 15 di antaranya terbang dari Amerika Serikat, 25 jet dari Spanyol, 27 dari Prancis, dan 32 jet pribadi dari Jerman.

Health Secretary Matt Hancock mengatakan lebih dari 15.000 penupang masih tiba di Inggris setiap hari dengan penerbangan reguler, tanpa tes yang dilakukan pada saat proses kedatangan. Angka per minggunya mencapai 105.000 pelancong dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan China.

President of Epidemiology and Public Health dari Royal Society of Medicine, Gabriel Scally, mengatakan kepada Times bahwa sulit dipahami mengapa para pejabat Inggris telah melakukan kontrol perbatasan yang demikian.

Chief Executive Air Charter Service, Justin Bowman, mengatakan pemerintah menghadapi tantangan besar karena memindahkan orang-orang dari berbagai belahan dunia kembali ke Inggris, di mana mereka terdampar sebagai pelancong.

Dia menyarankan operator harus memeriksa dengan ketat bahwa alasan penumpang menyewa jet pribadi sejalan dengan kebijakan perjalanan penting pemerintahan Inggris.

Dilaporkan bahwa banyak dari pelancong kayak yang berpendapat perjalanan mereka penting dan dimaksudkan untuk pulang, dibanding mengakui bahwa mereka berpergian untuk sekadar liburan.

“Ini adalah beberapa orang terkaya yang menganggap Inggris sebagai rumah mereka, yang melarikan diri ke rumah kedua [di Inggris] sejak lockdown diberlakukan,” kata seorang sumber penerbangan yang dekat dengan persoalan.

Adapun, berdasarkan data Worldometer hingga hari ini Inggris telah mencatatkan angka lebih dari 120.000 kasus infeksi, dengan angka kematian mencapai 16.000 kasus.

Sementara ini, angka kasus sembuh di negara tersebut tidak tersedia. Akan tetapi, jumlah kasus aktif yang tercatat ada sekitar 103.000 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jet pribadi Virus Corona inggris
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top