Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paus Fransiskus: Hapuskan Utang Negara Miskin selama Krisis Corona

Paus Francis atau Paus Fransiskus menyerukan solidaritas global untuk memerangi krisis Virus Corona dalam pesan Paskah yang dibacakan di Basilika Santo Petrus tanpa dihadiri jemaat di tengah penguncian (lockdown) yang dilakukan Italia akibat wabah Virus Corona.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 April 2020  |  07:10 WIB
Paus Fransiskus di Kota Vatikan - nydaily
Paus Fransiskus di Kota Vatikan - nydaily

Bisnis.com, JAKARTA - Paus Francis Paus Fransiskus menyerukan solidaritas global untuk memerangi krisis Virus Corona dalam pesan Paskah yang dibacakan di Basilika Santo Petrus tanpa dihadiri jemaat di tengah penguncian (lockdown) yang dilakukan Italia akibat wabah Virus Corona.

"Ini bukan waktu untuk ketidakpedulian. Karena seluruh dunia menderita dan perlu dipersatukan," kata Paus dalam pesan yang disiarkan secara online seperti dikutip BBC.com, Senin (13/4/2020).

Dia mengingatkan bahwa Uni Eropa berisiko ambruk, namun mendesak negara-negara itu melakukan penghapusan utang untuk negara-negara miskin.

Paus menyampaikan pesan bahwa "Paskah kesepian" tahun ini harus memberi harapan. Karena itu dia mendesak para pemimpin politik untuk bekerja "demi kebaikan bersama", untuk membantu sesama melalui krisis hingga akhirnya melanjutkan kehidupan normal mereka.

"Ini bukan waktu untuk mementingkan diri sendiri karena tantangan yang kita hadapi dimiliki oleh semua orang," kata Paus dalam sebuah pesan yang didominasi oleh efek dari wabah yang telah menewaskan lebih dari 109.000 orang di seluruh dunia.

"Ketidakpedulian, egoisme, perpecahan, dan kelupaan bukanlah kata-kata yang ingin kita dengar saat ini. Kami ingin melarang kata-kata ini selamanya!," tambahnya.

Tanpa menyebutkan negara mana pun, Paus Francis juga menyerukan pelonggaran sanksi internasional. Dia kemudian memuji dokter, perawat, dan pekerja lain yang menjalankan layanan penting.

ChannelNewsAsia.com melaporkan kematian akibat wabah Covid-19 di Italia naik 431 kemarin. Angka itu turun dari 619 sehari sebelumnya, dan jumlah kasus baru melambat menjadi 4.092 dari sebelumnya 4.694.

Sedangkan total korban tewas sejak wabah itu terungkap pada 21 Februari naik menjadi 19.899 orang. Angka itu menurut Badan Perlindungan Sipil Italia merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paus fransiskus Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top