Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19, Kemenkes Minta Petugas Puskesmas Hemat Gunakan APD

Petugas puskesmas sudah mendapatkan pelatihan secara daring ihwal prinsip pencegahan, skrining dan tanggapan awal terkait Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 April 2020  |  10:47 WIB
Covid-19, Kemenkes Minta Petugas Puskesmas Hemat Gunakan APD
Pekerja menyelesaikan pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) kesehatan di Desa Ploso Geneng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (30/3/2020). Untuk memenuhi permintaan tim kesehatan COVID-19 dari wilayah Surabaya, Jakarta, Jombang, Blitar serta permintaan donatur, pelaku usaha konveksi tersebut memproduksi 100 set pakaian hazmat setiap hari dengan harga Rp55 ribu per lembar. ANTARA FOTO - Syaiful Arif
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan,Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, mengimbau petugas puskesmas untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang baik dan benar.

Dengan demikian, menurut Bambang, pemanfaatan APD bisa lebih hemat sembari tetap terlindungi dari risiko terpapar Covid-19.

“Saat ini kita tahu bahwa pemanfaatan dan penggunaan APD sangat terbatas. Maka, seluruh aktivitas yang dilakukan oleh bapak dan ibu yang ada di puskesmas, jangan lupa untuk terus menggunakan APD yang baik dan benar dengan segala keterbatasan yang ada,” tutur Bambang saat memberi keterangan pers ihwal “Bagaimana Puskesmas Screening Kesehatan Masyarakat Saat Pandemi Covid 19” di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Kendati demikian, ia mengatakan, petugas puskesmas sudah mendapatkan pelatihan secara daring ihwal prinsip pencegahan, skrining dan tanggapan awal terkait Covid-19. Dalam situasi pandemi saat ini, ia menggarisbawahi, puskesmas menjadi bagian dari proses pelayanan yang penting.

“Karena peran yang dilakukan oleh puskesmas dari mulai mencegah, melakukan skrining sampai memberikan tanggapan awal kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah berupaya memberi perlindungan bagi tenaga medis yang saat ini menjadi lini terdepan di dalam usaha percepatan penanganan Covid-19. Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan lebih dari 349.000 alat pelindung piri telah disalurkan ke seluruh provinsi.

“Dan upaya ini akan terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dalam kaitan perawatan pasien Covid-19,” ujar Yuri saat memberi keterangan terkini ihwal penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona alat pelindung diri
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top