Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Tak Serius Tangani Corona, Prancis Ancam Tutup Perbatasan

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir pekan lalu mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahwa dia akan menutup perbatasan jika Inggris tidak mengambil langkah-langkah yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  13:49 WIB
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir pekan lalu mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bahwa dia akan menutup perbatasan jika Inggris tidak mengambil langkah-langkah yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kami telah mempersiapkan penutupan perbatasan kami dan mengatakan kepada PM Johnson bahwa kami akan menerapkannya jika tidak ada evolusi [langkah-langkah Inggris]," kata seorang pejabat senior Prancis yang akrab dengan pembicaraan itu sebagaimana dilansir True Publica pada Senin (23/3/2020)..

Surat kabar Prancis Libération melaporkan pada Minggu (22/3/2020) WIB bahwa Macron telah "mengancam" Johnson. Namun, kemudian kantor Macron menyangkal hal ini.

Namun, Pemerintah Inggris mulai memerintahkan pub dan restoran tutup, dan meminta semua warganya orang untuk tinggal di rumah. Sekolah juga ditutup.

"Seperti yang dikatakan PM, langkah-langkah baru ini diambil berdasarkan saran ilmiah dan mengikuti rencana aksi pemerintah yang ditetapkan 2 pekan lalu," kata satu pejabat Downing Street, kantor PM Inggris, menolak anggapan bahwa aturan yang lebih ketat diterapkan lantaran mendapatkan “ancaman” negara lain.

Sebelumnya PM Johnson disebutkan bersiap menerapkan lockdown, tetapi baru sebatas Kota London. Johnson memperingatkan bahwa dia akan memberlakukan lockdown terhadap orang-orang di London dan di tempat lain jika perlu untuk melawan penyakit tersebut. Saat ini virus corona telah merenggut 104 nyawa di Inggris.

Johnson juga menghadapi kritik yang menginginkan dia mengambil langkah-langkah yang lebih kuat dan lebih cepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis inggris Virus Corona

Sumber : True Publica

Editor : M. Syahran W. Lubis
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top