Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Mundur dari Regulator Penerbangan UE Mulai Tahun Depan

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris bakal bertanggung jawab atas sertifikasi pesawat terbang dan peraturan keselamatan setelah masa transisi brexit yang berakhir 31 Desember 2020.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Maret 2020  |  22:11 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Ratu Elizabeth dari Inggris bersulang dalam acara makan malam resmi di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin (3/6/2019). - Reuters/Dominic Lipinski
Presiden AS Donald Trump dan Ratu Elizabeth dari Inggris bersulang dalam acara makan malam resmi di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin (3/6/2019). - Reuters/Dominic Lipinski

Bisnis.com, JAKARTA - Inggris akan mundur sebagai negara anggota European Union Aviation Safety Agency (EASA) atau Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa setelah 31 Desember 2020.

Sekretaris Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris atau CAA akan bertanggung jawab atas sertifikasi pesawat terbang dan peraturan keselamatan setelah masa transisi brexit yang berakhir 31 Desember 2020.

"Kami akan meninggalkan EASA. Pada kenyataannya, banyak tenaga ahli mereka adalah orang Inggris dan banyak lampu utama utama EASA adalah orang Inggris," katanya, dilansir Bloomberg, Minggu (8/3/2020).

Selain itu, Shapps juga menyatakan CAA juga akan mencari pengakuan bersama atas sertifikasi dalam perjanjian bilateral dengan negara dan blok di luar EASA.

Sementara itu, sejak brexit berlaku pada 1 Februari 2020, Inggris berstatus sebagai negara ketiga dalam EASA. Status ini tidak memberikannya kemampuan membuat keputusan dan yang akan berlanjut hingga 31 Desember mendatang. EASA dalam pernyataan di web resminya mengatakan periode transisi dapat diperpanjang antara para pihak satu hingga dua tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Brexit
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top