Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Jiwasraya: Kejagung Sita Tambang Emas

Tambang emas tersebut milik tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Jiwasraya, Heru Hidayat. Kejaksaan meyakini, tambang tersebut bukan hanya milik Hidayat.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  19:52 WIB
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita tambang emas di Lampung milik tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Heru Hidayat.

Penyitaan dilakukan untuk mengembalikan kerugian negara senilai Rp17 triliun, mengutip Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah.

"Tim sudah melakukan penyitaan tambang emas atas nama tersangka HH di Lampung," tuturnya, Jumat (28/2/2020).

Febrie meyakini bahwa tambang emas tersebut tidak hanya dimiliki oleh tersangka Heru Hidayat. Namun diduga kuat ada nama lain pada tambang emas itu. Dia mengatakan bahwa tim penyidik akan berkoordinasi dengan pemilik lainnya untuk segera diselesaikan masalah penyitaan.

"Jadi, diduga ada kepemilikan orang lain juga di situ. Saat ini masih diselesaikan oleh penyidik," kata Febrie.

Dia memastikan bahwa tambang emas tersebut tetap akan beroperasi, karena jika disita penyidik dan ditutup, maka dikhawatirkan para pekerjanya bakal kehilangan pekerjaan.

Maka dari itu, kata Febrie, tim penyidik juga akan menggandeng Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memastikan tambang itu masih tetap beroperasi, kendati sedang dalam status sita Kejaksaan. "Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN ya agar tambang ini terus beroperasi," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya Kejaksaan Agung
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top