Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank of Korea Pertahankan Suku Bunga di Tengah Wabah Virus Corona

Bank of Korea (BOK) mempertahankan suku bunganya meskipun ada bukti kuat mengenai pukulan ekonomi dari coronavirus.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  09:03 WIB
Bank sentral Korea. - Reuters
Bank sentral Korea. - Reuters
 
 Bisnis.com, JAKARTA -  Bank of Korea (BOK)  mempertahankan suku bunganya meskipun ada bukti kuat mengenai pukulan ekonomi dari virus corona.
Dalam paparannya, BOK juga menyatakan akan menaikkan batasan untuk pinjaman murah bagi perusahaan yang terkena dampak epidemi tersebut.
 
Keputusan untuk mempertahankan seven-day repurchase rate pada 1,25 persen diperkirakan oleh 10 dari 28 analis yang disurvei oleh Bloomberg. Mayoritas telah memproyeksikan pemotongan 25 basis poin ke rekor terendah. 
 
Bank sentral Korea Selatan ini juga akan memperbarui proyeksi pertumbuhan ekonominya. Analis memprediksi penurunan peringkat ke perkiraan pertumbuhan 2,3 persen untuk tahun ini.
 
Kebijakan mempertahankan suku bunga ini kontras dengan pendekatan yang diambil oleh bank sentral Asia.  Data terbaru Korea Selatan menunjukkan ekonomi di bawah tekanan, karena perdagangan dengan China menyusut, sentimen jatuh dan industri pariwisata terpukul. Pemerintah sedang mengusahakan anggaran tambahan untuk meningkatkan rencana pengeluaran tahun ini.
 
Rory Green, seorang ekonom di TS Lombard berpendapat tnggung jawabnya ada pada pemerintah untuk memuat stimulus fiskal babak pertama. 
 
"Seperti yang dikatakan Gubernur BOK Lee Ju-yeol, mereka akan menggunakan tindakan ad-hoc untuk menjaga likuiditas dan mendukung perusahaan-perusahaan yang paling terpapar virus ini," katanya,  dilansir Bloomberg,  Kamis (27/2/2020). 
 
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Gubernur Lee lebih khawatir tentang risiko keuangan dan sedang menunggu kejelasan tentang data dan tingkat stimulus fiskal sebelum bertindak.
 
Ekonom yang memproyeksikan kenaikan suku bunga merujuk ke kekhawatiran tentang pasar properti yang bergejolak dan utang rumah tangga yang tinggi, di samping juga melemahnya mata uang. BOK mungkin juga ingin mempertahankan ruang kebijakannya yang terbatas, setelah memangkas suku bunga dua kali pada 2019.
 
 Penilaian Lee tentang dampak epidemi dan penurunan prospek akan memberikan petunjuk apakah BOK kemungkinan akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya pada April mendatang.
 
Sementara itu,  jumlah infeksi Korea Selatan telah melonjak dari hanya puluhan menjadi lebih dari 1.000 dalam seminggu terakhir. Baik ekspor maupun impor ke China turun dalam 20 hari pertama Februari, menandakan bahwa virus tersebut mengganggu rantai pasokan antara Korea Selatan dan mitra dagang terbesarnya.
 
Pengamat BOK juga akan menyaksikan konferensi pers pascakeputusan Gubernur Lee hari ini untuk melihat apakah dia memiliki langkah-langkah lain. Pada Oktober, dia mengatakan bank sentral sedang mempelajari perangkat kebijakan yang tidak konvensional, tetapi tidak memberikan rincian. Alih-alih berbicara langsung dengan media, Lee akan berbicara melalui YouTube untuk meminimalkan risiko penularan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga korea selatan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top