Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Bahayanya jika Radioaktif Cesium 137 di Perumahan Batan Indah Masuk ke Tubuh

Bahaya kalau kemakan masuk atau keminum akan signifikan karena masuk ke dalam tubuh. Apalagi secara kasat mata Cesium 137 tidak berbau, berwarna, dan berasa.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  06:56 WIB
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif (TKBR) Gegana Brimob Mabes Polri melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif (TKBR) Gegana Brimob Mabes Polri melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Zaki Su’ud mengatakan bahan radioaktif Cesium 137 berbahaya jika sampai mencemari air yang dipakai makhluk hidup.

“Bahaya kalau kemakan masuk atau keminum akan signifikan karena masuk ke dalam tubuh,” ujarnya. Apalagi secara kasat mata Cesium 137 tidak berbau, berwarna, dan berasa.

Zaki mengatakan bahan radioaktif itu mudah larut dalam air. Pada kasus temuannya di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan akhir Januari 2020 unsur berbahaya itu bisa mengalir ke mana saja seperti saat tersiram hujan.

Saat ditemukan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tingkat radiasinya mencapai 2.000 kali angka batas normal. Menurutnya, pihak berwenang perlu memeriksa lengkap sebaran Cesium 137 di sana.

Pemeriksaan lengkap juga bisa mengungkap seberapa lama bahan radioaktif itu di lokasi.

“Tanaman juga harus diperiksa yang dekat, kalau daun batang kena radioaktif itu berarti sudah lama,” kata dia saat dihubungi Selasa  (18/2/2020).

Pemeriksaan dampak lingkungan itu, menurutnya, tidak rumit dilakukan ahli dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) maupun akademisi.

 “Kalau air terkontaminasi radioaktif masuk ke sumur berbahaya,” ujar Zaki.

Kepala Kelompok Staf Medis Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung-Universitas Padjadjaran Achmad Hussein Sundawa Kartamihardja mengatakan hujan bisa membuat Cesium merembes dan mengalir kemana-mana. “Dampak bagi makhluk hidup prinsipnya sama, berapa besar terpapar dan lamanya,” kata dia.

Pada kasus bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dampak radiasi nuklir bisa langsung hingga mematikan seketika maupun jangka panjang seperti muncul kanker tiroid.

 “Kalau yang di Serpong jauhlah dampak seperti itu,” kata Achmad.

Dugaannya tingkat radiasi bahan radioaktif di sana tergolong kecil.

“Tidak terlalu mengkhawatirkan, tidak sampai bikin orang muntah-muntah.”

Sebelumnya diberitakan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto menyatakan kasus Serpong bukan kecelakaan maupun kedaruratan nuklir.

“Jadi jauh sekali dibandingkan dengan kecelakaan nuklir, jauh sekali skalanya," kata dia kemarin.

Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan, juga meminta masyarakat tenang. Dia meyakinkan tidak ada dampak apapun dengan menyebut tingkat radiasi yang ditemukan masih rendah.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir batan zat radioaktif

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top