LinkedIn Opportunity Index 2020: Indonesia Negara Paling Percaya Diri

LinkedIn Opportunity Index 2020 mensurvei lebih dari 30.000 responden di 22 negara secara global, termasuk 1.010 responden dari Indonesia.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  10:20 WIB
LinkedIn Opportunity Index 2020: Indonesia Negara Paling Percaya Diri
Ilustrasi - Linkedin

Bisnis.com, BANDUNG - Media sosial jaringan profesional LinkedIn meluncurkan LinkedIn Opportunity Index 2020 yang memeringkat kepercayaan diri masyarakat di seluruh dunia dalam mengambil peluang.

Dalam memaparkan indeks tersebut, Linkedin telah mensurvei lebih dari 30.000 responden di 22 negara secara global, termasuk 1.010 responden dari Indonesia.

Penelitian ini menemukan bahwa upaya jangka panjang masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik pada akhirnya ditentukan oleh 'kesehatan yang baik'. Di samping itu, tujuan karir dan kehidupan menjadi aspek yang paling penting bagi orang di Indonesia.

Secara khusus, orang Indonesia tertarik untuk mencari peluang yang memungkinkan mereka untuk memiliki keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (work-life balance), peluang yang selaras dengan minat/passion mereka dan peluang yang dapat memaksimalkan keterampilan mereka.

Tetapi, pada saat mencari peluang-peluang yang ada, mereka terhalang oleh adanya 'kesenjangan peluang' (opportunity gaps) atau hambatan yang dapat menghalangi mereka untuk mendapatkan peluang tersebut, seperti kurangnya jaringan dan koneksi, status keuangan, usia dan pasar kerja yang sulit.

Berdasarkan survei LinkedIn, Indonesia juga tercatat sebagai negara paling percaya diri untuk mencapai peluang di Asia Tenggara, sebagai mana yang terjadi dengan negara berkembang lainnya. Tingkat kepercaayaan diri tersebut didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan keyakinan dalam mendapatkan akses untuk mencapai peluang yang dianggap penting.

Survei menyatakan bahwa sebanya 44% orang Indonesia mencari peluang untuk mengejar minat mereka dan memperkuat keuangan mereka untuk 12 bulan ke depan. Kemudian, satu dari tiga orang Indonesia menginginkan untuk memulai bisnis mereka sendiri. Indonesia bersama dengan Filipina dan Meksiko unggul dalam hal ini, dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Managing Director LinkedIn Asia Pacific Olivier Legrand mengungkapkan orang Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan memiliki optimisme yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tinggal di daerah rural. Sama halnya dengan orang Indonesia yang memiliki tingkat pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, sebagian besar orang Indonesia merasa bahwa mereka secara finansial lebih baik daripada orang tua mereka ketika berada di usia yang sama.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa usia menjadi salah satu hambatan dalam meraih peluang. Usia bermanifestasi sebagai peluang yang berbeda untuk kelompok umur lainnya. Misalnya, usia adalah tantangan bagi kaum muda dengan pengalaman kerja yang tidak mencukupi dan mereka yang tidak memiliki koneksi yang tepat .

“Untuk pertama kalinya, empat generasi bekerjasama. Sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengesampingkan diskriminasi terhadap usia di tempat kerja, dan menjadikan tenaga kerja multigenerasi sebagai peluang,” kata Oliver dalam siaran pers, Jumat (15/2)

Meski demikian, Dia mengakui terdapat kesenjangan keterampilan antara generasi milenial dengan generasi yang lebih tua, seperti keterampilan ringan (soft skill) dan teknologi.

LinkedIn mendorong agar perusahaan merekrut untuk keterampilan tambahan dan untuk mempromosikan kolaborasi serta bimbingan dua arah di antara tenaga kerja mereka.

"Hal ini juga merupakan perjalanan yang kami lalui di LinkedIn karena kami percaya bahwa tenaga kerja multigenerasi dan keberagaman pekerja dapat menguntungkan perusahaan serta mendorong pertumbuhan," kata Legrand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top