China Pangkas Tarif Impor, Bursa Saham AS Menguat

Bursa saham AS naik merespon rencana China memotong tarif impor. Index S&P menguat 0,2 persen pada perdagangan di New York. Tolok ukur utama ekuitas Amerika seluruhnya menunjukkan kenaikan pada hari keempat setelah China menyatakan akan menurunkan tarif impor barang-barang AS dengan total US$75 miliar. 
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  02:19 WIB
China Pangkas Tarif Impor, Bursa Saham AS Menguat
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham AS naik merespon rencana China memotong tarif impor. Index S&P menguat 0,2 persen pada perdagangan di New York. Tolok ukur utama ekuitas Amerika seluruhnya menunjukkan kenaikan pada hari keempat setelah China menyatakan akan menurunkan tarif impor barang-barang AS dengan total US$75 miliar. 

Kesepakatan yang akan berlaku mulai 14 Februari 2020 ini membawa optimisme ekonomi global akan mampu menahan pukulan virus Corona. Di Eropa, Indeks Stoxx Europe 600 naik ke rekor tertinggi ditopang perdagangan sejumlah perusahaan. 

ArcelorMittal SA melonjak paling tinggi sejak 2016 setelah menyatakan optimisme pada prospek permintaan baja tahun ini. Saham Societe Generale SA juga naik setelah berjanji untuk meningkatkan pengembalian pemegang saham.

Bursa saham di Asia juga menguat.  Index Nikkei di Jepang naik lebih dari 2 persen karena Toyota Motor Corp melaporkan laba kuartalan lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sedangkan MSCI Asia Pacific Index mengalami kenaikan 1,8 persen.

Namun, Indeks risiko kredit Eropa mencapai titik terendah sejak 2007, meski euro tetap stabil bahkan ketika permintaan dari pabrik Jerman turun saat posisi produksi tengah berada pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade. 

Perkembangan perdagangan terbaru semakin meningkatkan optimisme investor, dipicu beberapa laporan tentang kemungkinan vaksin untuk virus Corona, meskipun WHO kemudian menyatakan belum ada upaya medis yang terbukti mengobati virus. 

"Perusahaan akan terus berjuang dalam jangka pendek dan meneruskan bisnis meski terdampak gangguan virus," kata Joe Zidle, kepala strategi investasi di Blackstone Group Inc., dilansir Bloomberg, Kamis (6/2/2020). 

Langkah-langkah China dalam beberapa hari terakhir untuk membuka kembali pasar dan menyuntikkan stimulus membuat kepercayaan investor menguat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top