Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bayi Berusia 30 Jam Didiagnosis Positif Terinfeksi Virus Corona

Seorang bayi di China didiagnosis terjangkit virus corona (coronavirus) jenis baru hanya 30 jam setelah kelahirannya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  16:12 WIB
China melakukan langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus corona. - Reuters
China melakukan langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus corona. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang bayi di China didiagnosis terjangkit virus corona (novel coronavirus) jenis baru hanya 30 jam setelah kelahirannya.

Bayi tersebut lahir pada 2 Februari 2020 di Wuhan, pusat wabah virus mematikan itu. Media setempat melaporkan bahwa sang bayi menjadi pasien termuda kasus virus corona yang tercatat sejauh ini.

Ibunya sendiri telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona sebelum melahirkan. Meski demikian, masih belum jelas apakah penyakit itu ditularkan di dalam rahim atau setelah bayinya lahir.

Kantor berita milik pemerintah Xinhua melaporkan tentang infeksi yang dialami bayi tersebut pada Rabu malam (5/2/2020).

Sementara itu, terhitung hanya segelintir anak terjangkit virus yang telah menewaskan 563 orang dan menginfeksi lebih dari 28.000 orang di China itu.

Dikabarkan bahwa bayi yang beratnya 3,25 kg saat lahir tersebut kini berada dalam kondisi stabil dan menjalani observasi.

Menurut pakar medis, sang bayi bisa saja tertular ketika masih dikandung ibunya.

"Ini mengingatkan kita untuk memperhatikan kaitan ibu ke anak yang mungkin menjadi jalan penularan virus corona,” ujar kepala dokter di Rumah Sakit Anak Wuhan, Zeng Lingkong, sepert dilansir dari BBC.

Tapi ada juga kemungkinan bahwa bayi itu terinfeksi setelah lahir karena memiliki kontak langsung dengan sang ibu.

“Sangat mungkin bayi itu menerima [virus itu] dengan cara sangat konvensional yakni menghirup udara virus yang berasal dari batuk ibunya," tutur Stephen Morse, seorang pakar epidemiologi di Mailman School of Public Health Columbia University, kepada Business Insider.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

coronavirus virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top