Presiden Donald Trump Selamat dari Pemakzulan

Hasil pemungutan suara (voting) terhadap dakwaan pertama, yakni penyalahgunaan kekuasaan, mencatat 52 suara menolak dakwaan tersebut berbanding 48 suara seperti dikutip nytimes.com, Kamis (6/2/2020).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  06:40 WIB
Presiden Donald Trump Selamat dari Pemakzulan
Presiden AS Donald Trump dan Juan Guaido, Presiden Majelis Nasional Venezuela, di luar Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 5 Februari 2020. Guaido adalah tamu Gedung Putih yang mengejutkan di pidato Trump di State of the Union pada hari Selasa, di mana presiden memanggilnya "presiden sah" Venezuela. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berakhir dengan hasil Trump dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan merintangi Kongres dan penyalahgunaan kekuasaan.

Hasil pemungutan suara (voting) terhadap dakwaan pertama, yakni penyalahgunaan kekuasaan, mencatat 52 suara menolak dakwaan tersebut berbanding 48 suara seperti dikutip nytimes.com, Kamis (6/2/2020).

Akan tetapi, dalam dakwaan itu senator Partai Republik Mitt Romney berada di kubu Partai Demokrat dengan menyatakan Trump menyalahgunakan kekuasaan.

Sementara, voting atas dakwaan kedua, merintangi Kongres, berakhir dengan 53 suara menolak dakwaan tersebut berbanding 47 suara. Setelah sidang pemakzulan ini kongres memasuki masa reses hingga pekan depan.

Senator Partai Republik Lindsey Graham mengungkapkan perasaannya tenang setelah pemungutan suara yang menyelamatkan Trump dari pemakzulan.

Dia  juga mengaku terkejut dengan pilihan Senator Mitt Romney yang mendukung dakwaan Trump melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Pemungutan suara itu mengakhiri persidangan pemakzulan presiden ketiga dalam sejarah Amerika Serikat sekaligus menjadi kemenangan yang menggembirakan bagi Trump setelah lima bulan terlibat skandal besar tersebut.

Trump tidak terlihat saat Senat menyelamatkan dirinya dari pemecatan. Akan tetapi, dia mengumumkan di Twitter bahwa dia akan membuat pernyataan pada hari ini, Kamis (6/2/2020).

Trump mengatakan kepada pembawa acara televisi pada jamuan makan siang Selasa (4/2/2020)  lalu bahwa dia berharap akan berpidato segera setelah pemungutan suara di Senat. Para pembantu juga mengatakan presiden ingin mengadakan konferensi pers atau memberikan pernyataan singkat.

Akan tetapi, banyak penasihat mendesaknya untuk tidak melakukannya guna mengurangi tekanan pada para senator yang tidak berpihak padanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, Donald Trump

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top