Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uber Nonaktifkan Sopir Angkut Penumpang Terinfeksi Virus Corona

Uber telah menonaktifkan ratusan akun pelanggannya di Meksiko. Hal ini dilakukan lantaran mengetahui bahwa dua pengemudinya telah mengangkut penumpang yang terinfeksi virus corona (coronavirus).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  15:11 WIB
Relawan menggunakan pakaian pelindung saat membasmi kuman di perumahan untuk mengantisipasi wabah virus coronadi Taizhou, Provinsi Zhejiang, China (30/1 - 2020). China Daily via Reuters
Relawan menggunakan pakaian pelindung saat membasmi kuman di perumahan untuk mengantisipasi wabah virus coronadi Taizhou, Provinsi Zhejiang, China (30/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Uber telah menonaktifkan ratusan akun pelanggannya di Meksiko. Hal ini dilakukan lantaran mengetahui bahwa dua pengemudinya telah mengangkut penumpang yang terinfeksi virus corona (coronavirus).

Dilansir dari BBC, Selasa (4/2/2020), penyedia jasa transportasi online itu mengatakan telah menonaktifkan 240 akun penumpang, serta dua pengemudinya, untuk berjaga-jaga jika si pengemudi telah terjangkiti virus corona dan menularkannya.

Sejauh ini, menurut pihak Uber, tidak satu pun dari mereka yang mengalami gejala-gejala yang mengarah terinfeksi virus corona. Namun, perusahaan akan terus memantau perkembangannya.

Kementerian Kesehatan Meksiko menerangkan bahwa seorang penumpang "yang berasal dari China" telah mengambil penerbangan dari Los Angeles ke Mexico City pada 20 Januari.

Di Mexico City, pria itu mengunjungi tempat-tempat wisata, museum dan toko-toko selama dua hari. Dia kemudian mulai merasa sakit pada 21 Januari, dan hari berikutnya menggunakan Uber untuk kembali ke bandara dan pulang.

Sekembalinya di Amerika Serikat, dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Kementerian Kesehatan Meksiko mengatakan tengah memantau situasi ini.

Petugas terkait telah mengunjungi hotel Hilton Mexico City Reforma, tempat orang yang terinfeksi itu tinggal selama di Meksiko, untuk memeriksakan para stafnya.

Di China, total korban jiwa akibat wabah virus corona telah mencapai setidaknya 425 orang dan menginfeksi lebih dari 20.000 orang hingga 3 Februari 2020 sejak pertama kali dilaporkan pada Desember 2019.

Di Meksiko sendiri belum ada konfirmasi kasus terinfeksi virus corona saat ini. Namun, perlu waktu sekitar dua pekan untuk gejala virus mematikan ini berkembang.

Uber mengatakan telah menonaktifkan dua pengemudi dan akun 240 penumpang yang tercatat pernah mengendarai kendaraan mereka setelah penumpang yang terinfeksi, sebagai tindakan pencegahan. Perusahaan juga telah mengirimkan mereka informasi terkait layanan kesehatan.

Sementara itu, penumpang yang terkena dampak suspensi ini tidak akan dapat menggunakan layanan Uber selama dua pekan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona taksi uber
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top