Virus Corona: Australia Karantina Warganya di Pulau Natal, Barat Daya Jawa

Sebuah pesawat yang mengangkut warga Australia dari Wuhan, dikabarkan sudah tiba di Pulau Christmas , pada Senin (3/2). Namun, sebelum ke pulau tersebut, pesawat Qantas Airways Ltd 747 yang mengangkut dari Wuhan mendarat lebih dahulu di Perth.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  14:59 WIB
Virus Corona: Australia Karantina Warganya di Pulau Natal, Barat Daya Jawa
Pulau Natal - Google Maps

Bisnis.com, SYDNEY – Pemerintah Australia menggunakan Christmas Island yang berada di sebelah barat daya Pulau Jawa sebagai tempat karantina warganya yang dievakuasi dari Wuhan, China. Pulau ini lebih dekat ke Indonesia daripada ke daratan utama Benua Australia.

Sebuah pesawat yang mengangkut warga Australia dari Wuhan, dikabarkan sudah tiba di Pulau Christmas , pada Senin (3/2). Namun, sebelum ke pulau tersebut, pesawat Qantas Airways Ltd 747 yang mengangkut dari Wuhan mendarat lebih dahulu di Perth.

Dalam pesawat itu berisi 243 penumpang, 14 awak, empat pilot dan beberapa pejabat dari Departemen Kesehatan. Mereka mendarat di sebuah pangkalan militer di 1.200 kilometer utara Perth.

Australian Broadcasting Corp (ABC) melaporkan bahwa mereka kemudian dipindahkan ke dua pesawat lebih kecil ke Pulau Natal. ABC menyebut bahwa pesawat sewaan pertama itu mendarat di Christmas Island pada pukul 21.01, Senin waktu setempat.

Para pejabat belum bisa dimintai konfirmasi soal kedatangan penerbangan sewaan kedua.

Pulau Natal

Rumah-rumah di Pulau Natal, Australia, dilihat dari Google Street View.

Pemerintah Australia sebelumnya mengatakan berencana mengkarantina para warga yang dievakuasi di Christmas Island selama 2 minggu, yakni masa maksimum inkubasi virus corona.

Virus baru itu yang telah menyulut langkah darurat kesehatan global serta menewaskan lebih dari 400 orang di China, sebagian besar di Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei.

New Zealand Herald  melaporkan bahwa penerbangan evakuasi lainnya dengan menggunakan pesawat sewaan Air New Zealand Ltd, yang membawa 70 warga Selandia Baru dan sejumlah warga Australia, sudah berangkat dari Wuhan dan diperkirakan tiba di Auckland pada Selasa (4/2/2020).

ABC mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark, menyebut bahwa para warga Australia di penerbangan itu akan dibawa dari Auckland ke Christmas Island.

Di Hubei, hingga pekan lalu tercatat ada 600 warga Australia. Pemerintah Australia mengatakan akan mempertimbangkan untuk melakukan evakuasi lebih jauh jika diperlukan.

Pulau Natal

Penampakan bandara di Pulau Natal dilihat dari Google Maps.

Jumlah penduduk Christmas Island atau Pulau Natal diperkirakan sekitar 2.000 orang. Pulau ini terisolasi secara geografis dan jauh dari jangkauan manusia hingga abad ke-19.

Nama Christmas Island sendiri didapat dari kapten William Mynors dari kapal Royal Mary milik English East India Company waktu dia berlayar melewatinya pada hari Natal pada 1643.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top